Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Gempa Sulut‑Malut

Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Gempa Sulut‑Malut

Suara Pecari – 04 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi perintah tegas kepada BNPB untuk mempercepat evakuasi warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Instruksi tersebut disampaikan pada pagi hari Kamis melalui Kepala BNPB, dan lembaga langsung menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

Kepala BNPB tiba di Sulawesi Utara pada hari yang sama untuk mengawasi pelaksanaan operasi lapangan.

Tim reaksi cepat BNPB, bersama aparat TNI, Polri, dan pemerintah daerah, segera melakukan penilaian kerusakan dan memindahkan warga ke zona aman.

Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa perintah juga melarang warga kembali ke bangunan yang terkena dampak.

Koordinasi juga dilakukan dengan otoritas Maluku Utara guna memastikan evakuasi berjalan seragam di kedua provinsi.

Gempa terjadi di perairan Bitung pada pukul 05:45 WIB dengan magnitudo 7,6.

Pusat Data BNPB melaporkan tsunami kecil setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06:08 dan 06:15 WIB.

Meski tinggi gelombang rendah, pihak berwenang memperingatkan potensi gelombang susulan dan meminta penduduk pesisir menjauh dari pantai.

Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan aparat setempat, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data BNPB, mencatat dua gempa susulan magnitudo 5,5 dan 5,2 pada pukul 06:07 serta 06:12 WIB.

Gempa susulan tersebut berpusat di laut, tidak menimbulkan tsunami tambahan, namun dirasakan oleh penduduk di wilayah terdampak.

Shelter darurat telah didirikan di sekolah dan gedung publik yang dinyatakan aman secara struktural.

Tim logistik menyalurkan makanan, air bersih, dan perlengkapan medis kepada keluarga yang mengungsi.

Pemerintah mengaktifkan dana bencana nasional untuk menutupi biaya bantuan langsung.

Pos kesehatan setempat memantau cedera potensial dan memberikan layanan pertolongan pertama.

Prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak‑anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Armada militer dan kendaraan kepolisian dimanfaatkan untuk memindahkan warga dari pulau‑pulau terpencil.

Kepala BNPB menekankan perlunya relokasi cepat namun tertib guna menghindari kecelakaan sekunder.

Saluran komunikasi seperti radio dan SMS dibuka untuk memberi informasi terkini kepada publik.

Per 08:00 WIB, lebih dari 12.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara di kedua provinsi.

Pihak berwenang terus memantau aktivitas seismik dan perubahan level laut sepanjang hari.

Lembaga internasional menyatakan kesiapan memberikan bantuan jika situasi memburuk.

Instruksi Presiden menegaskan fokus pemerintah pada ketahanan bencana dan respons yang cepat.

Para pakar menilai evakuasi dini dapat mengurangi angka korban jiwa dan mempercepat proses pemulihan.

BNPB akan mengeluarkan pernyataan aman setelah selesai melakukan penilaian struktural.

Masyarakat diminta menunggu pernyataan resmi sebelum kembali ke rumah masing‑masing.

Situasi tetap berada di bawah pengawasan ketat, dan pembaruan selanjutnya akan disampaikan seiring perkembangan.

Respons terkoordinasi ini menunjukkan sinergi antar‑lembaga dalam menangani bencana alam berskala besar.

Upaya evakuasi akan terus berlanjut hingga seluruh komunitas terdampak berada dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar terpenuhi.

Tinggalkan Balasan