LPTQ Banyuwangi Gelar Pembinaan Calon Kafilah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025

LPTQ Banyuwangi Gelar Pembinaan Calon Kafilah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025

Banyuwangi, – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan pembinaan bagi calon kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur 2025. Acara ini berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banyuwangi pada Minggu pagi, 15 Desember 2024, sebagai bagian dari persiapan intensif menuju kompetisi MTQ yang akan diselenggarakan di Jember tahun depan.

Pembinaan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Banyuwangi, yang telah lolos seleksi awal. Mereka adalah santri terbaik yang dipersiapkan untuk mewakili Banyuwangi dalam berbagai cabang lomba, seperti Tilawah Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, dan Syarhil Qur’an.

Ketua LPTQ Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramudya, menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah strategis untuk mencetak kafilah unggulan yang tidak hanya berprestasi tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Banyuwangi di tingkat provinsi. “Kami berharap para peserta bisa tampil maksimal dan meraih juara,” ujar Bram.

Acara pembinaan ini melibatkan pembina-pembina berpengalaman, termasuk mantan juara MTQ tingkat nasional maupun internasional. Salah satu pembina, Yasin Alibi, menjelaskan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk tidak hanya mengajarkan teknik membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga mendalami maknanya. “Juara itu bonus, yang terpenting adalah ibadah dan keberkahan dari membaca Al-Qur’an,” katanya.

Kegiatan pembinaan ini mencakup berbagai aspek penting, seperti:

  • Tajwid dan Fashahah: Peserta mendapatkan pelatihan mendalam mengenai kaidah tajwid untuk memastikan bacaan mereka benar dan indah.
  • Irama Tilawah (Nagham): Pembina memberikan arahan terkait penggunaan irama yang tepat, seperti bayati, hijaz, dan rast, agar peserta dapat tampil memukau saat berlomba.
  • Pendalaman Tafsir: Peserta cabang Tafsir Al-Qur’an diberikan pemahaman mengenai kandungan Al-Qur’an, baik dalam bahasa Arab maupun terjemahan bahasa Indonesia.

Latihan Mental dan Kepercayaan Diri: Simulasi tampil di depan umum untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta, mengingat kompetisi MTQ sering melibatkan audiens yang besar.
Pembinaan ini juga mengingatkan para peserta bahwa membaca Al-Qur’an adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Jika kita fokus pada ibadah, insya Allah, juara akan datang dengan sendirinya sebagai bonus,” tambah Yasin.

Banyuwangi selama ini dikenal dengan tradisi kuat dalam pembinaan generasi Qurani. Berbagai program pengembangan Al-Qur’an secara konsisten dilakukan di tingkat kecamatan hingga kabupaten, termasuk melalui madrasah dan pondok pesantren. Pembinaan kali ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten unggulan dalam MTQ di Jawa Timur.

Samsul Huda, salah satu pengurus LPTQ Banyuwangi, menegaskan bahwa keberhasilan di MTQ tidak hanya diukur dari perolehan piala, tetapi juga dari tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. “LPTQ Banyuwangi ingin menciptakan generasi muda yang tidak hanya pandai melantunkan ayat suci, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Peserta juga memberikan respons positif terhadap kegiatan pembinaan ini. Seorang peserta cabang Tilawah Al-Qur’an yang berasal dari MI Darunnajah 2 Banyuwangi mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti program ini. “Saya merasa sangat beruntung bisa dilatih oleh para pembina yang berpengalaman. Materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam memperbaiki tajwid dan meningkatkan kualitas suara saya. Semoga usaha ini membuahkan hasil di MTQ nanti,” ujarnya.