Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi Dibuka, Ipuk Fokuskan Daya Saing SDM hingga Infrastruktur Tuntas

Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi

BANYUWANGI, suarapecari.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (4/3/2026).

Dalam forum tersebut, Ipuk memaparkan bahwa arah pembangunan Banyuwangi tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM), transformasi ekonomi berbasis hilirisasi, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan 2027 disusun di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di Timur Tengah, misalnya, dinilai berdampak pada gejolak ekonomi dunia, mulai dari potensi kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasok, hingga tekanan inflasi.

Selain faktor global, sejumlah isu strategis nasional juga menjadi perhatian, seperti penguatan ketahanan pangan dan energi, percepatan penurunan kemiskinan ekstrem, pengurangan stunting, hingga transformasi ekonomi melalui hilirisasi, penguatan UMKM, dan digitalisasi sektor produktif.

“Kita harus mampu menyikapi tantangan menjadi peluang. Pemerintah daerah akan terus mencari solusi terbaik untuk menstimulasi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Delapan Prioritas Pembangunan 2027

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Banyuwangi menyiapkan delapan prioritas program, yakni:

  1. Peningkatan kualitas SDM
  2. Reformasi perlindungan sosial
  3. Transformasi ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan, dan UMKM naik kelas
  4. Peningkatan produktivitas pertanian
  5. Pembangunan infrastruktur berkelanjutan
  6. Digitalisasi layanan publik dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah
  7. Pengelolaan lingkungan hidup partisipatif dan ketahanan bencana
  8. Penguatan harmonisasi sosial dan kondusivitas wilayah

Di sektor pertanian, Ipuk menegaskan komitmen menjaga lahan produktif dengan membatasi pendirian bangunan permanen di atas lahan sawah sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan nasional.

Sementara dalam penguatan SDM, Pemkab melanjutkan program beasiswa “Banyuwangi Progresif” yang difokuskan pada sektor kesehatan. Selain itu, digelar pula KOINWANGI (Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi) untuk menjaring talenta inovatif dari berbagai kalangan.

Di bidang infrastruktur, Ipuk menegaskan komitmennya menuntaskan perbaikan jalan poros antar kecamatan.

“Keluhan terbesar masyarakat saat ini adalah infrastruktur. Sisa kekuatan fiskal akan kami fokuskan untuk menyambungkan konektivitas antarwilayah agar mobilitas warga semakin aman dan lancar,” tegasnya.

Musrenbang RKPD 2027 diikuti secara luring dan daring oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, lurah, camat se-Banyuwangi, serta perwakilan unsur Forkopimda, DPRD, tokoh agama, akademisi, budayawan, hingga organisasi masyarakat.

Ipuk berharap forum perencanaan tersebut mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang adaptif terhadap isu nasional dan provinsi, sekaligus tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat Banyuwangi.

“Semoga setiap langkah pembangunan yang kita rancang bersama membawa kemudahan, keberkahan, dan manfaat bagi seluruh masyarakat Banyuwangi, hari ini dan di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan