Cesc Fabregas Akui Liga Champions Sangat Berat, Como 1907 Diminta Tetap Tenang

Como 1907 menghadapi tantangan berat di Liga Champions

COMO – Como 1907 harus menghadapi tantangan berat dalam musim debutnya di Liga Champions. Setelah mengawali kompetisi dengan kemenangan meyakinkan, tim asuhan Cesc Fabregas kini merasakan ketatnya persaingan setelah menelan kekalahan dari Feyenoord Rotterdam.

Fabregas mengakui Liga Champions merupakan kompetisi dengan level persaingan yang sangat tinggi. Meski hasil yang diraih timnya belum konsisten, pelatih asal Spanyol itu meminta para pemain tetap tenang dan menjalani proses secara bertahap.

Baca juga:

Como memulai kiprahnya di Liga Champions dengan hasil impresif setelah mengalahkan RB Leipzig dengan skor 4-1. Namun, pada pertandingan kedua, klub berjuluk I Lariani tersebut kalah tipis 2-3 dari Feyenoord saat bermain di kandang lawan.

Hasil itu menjadi tantangan tersendiri bagi Como yang menjalani musim pertamanya di kompetisi antarklub elite Eropa setelah finis di posisi keempat Serie A musim 2025/2026.

Fabregas menilai persaingan di Liga Champions menuntut kesiapan dan konsistensi tinggi. Ia mencontohkan sejumlah klub besar yang juga menghadapi kesulitan dalam pertandingan mereka.

“Liga Champions adalah kompetisi terberat. Levelnya lebih tinggi dibandingkan dengan Piala Dunia. Kemarin Bayern Munchen menderita meskipun bermain dengan skuad utama, Barcelona juga. Itu menunjukkan betapa sulitnya Liga Champions, tetapi, saya masih tenang,” ujar Fabregas.

Ia menegaskan bahwa kesempatan tampil di Liga Champions merupakan pencapaian penting bagi Como. Karena itu, timnya harus menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk berkembang.

“Ini adalah anugerah bagi klub dan saya akan terus mengatakan itu. Kami akan maju selangkah demi selangkah, kami memiliki jalur yang harus dilewati. Kami harus tetap tenang dan konsisten,” tegasnya.

Hasil Como Belum Konsisten

Tantangan Como tidak hanya terjadi di Liga Champions. Dalam tiga pertandingan terakhir di berbagai kompetisi, mereka belum mampu meraih kemenangan.

Como mencatatkan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Mereka takluk 0-2 dari Frosinone, bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma, kemudian kalah 2-3 dari Feyenoord.

Baca juga:

Rentetan hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Fabregas untuk memperbaiki performa tim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan ketika menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.

Meski demikian, perjalanan Como di Liga Champions masih menjadi pengalaman berharga bagi klub yang berusaha memperkuat posisinya di level tertinggi sepak bola Eropa.

Como Bersiap Hadapi Fiorentina

Como selanjutnya dijadwalkan bertandang ke markas Fiorentina dalam lanjutan Serie A pada Minggu (18/10/2026), pukul 20.00 WIB.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Como untuk kembali mengejar kemenangan sekaligus memperbaiki hasil setelah melewati periode yang sulit.

Fabregas dan para pemainnya diharapkan mampu menjaga fokus serta menerapkan evaluasi dari pertandingan sebelumnya. Konsistensi permainan akan menjadi salah satu faktor penting bagi Como untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat, baik di liga domestik maupun Eropa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *