Kisah Rato, Ajak Eks PMI Budidaya Kepiting Cangkang Lunak di Cilacap

Kisah Rato, Ajak Eks PMI Budidaya Kepiting Cangkang Lunak di Cilacap

Suara Pecari, Cilacap – Rato, seorang Local Hero Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, berhasil mengajak para eks-Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk membangun kembali kehidupan mereka melalui budidaya kepiting cangkang lunak di kampung halaman. Inisiatif ini tidak hanya memberikan peluang kerja baru bagi mereka, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Budidaya Kepiting Cangkang Lunak sebagai Solusi Ekonomi

Kepiting cangkang lunak bukan sekadar komoditas laut biasa. Rato, yang merupakan lulusan D3 Perikanan dan telah berpengalaman di bidang budidaya kepiting serta kuliner, memanfaatkan keahliannya untuk mengorganisasi masyarakat sekitar, khususnya eks-PMI dan eks-ABK yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan setelah kembali ke kampung halaman.

Baca juga:

Dengan dukungan Pertamina melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), yang menyediakan panel surya, peralatan budidaya, serta pemanfaatan limbah non B3 seperti pallet dan gallon bekas untuk inovasi rumah susun kepiting berbasis energi, Rato dan kelompoknya berhasil mengembangkan usaha budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi

Rumah susun kepiting (Rusun Tinggi) yang dikembangkan menggunakan limbah pallet bekas sebagai kerangka dan gallon bekas sebagai wadah, memberikan banyak keunggulan. Sistem ini menghemat lahan, meningkatkan kontrol pemberian pakan, mencegah kanibalisme dan predator, serta mengatur kualitas air sehingga pertumbuhan kepiting lebih cepat.

Pengembangan Usaha dan Integrasi dengan Pariwisata

Selain budidaya kepiting, Rato mengintegrasikan usaha ini dengan sektor pariwisata, menyediakan fasilitas pemancingan dan susur sungai untuk menarik pengunjung. Kelompok Mamaku Berdikari, yang dibentuk Rato, juga mengelola usaha kuliner terintegrasi yang menjadi tempat pemrosesan hasil budidaya kepiting.

Salah satu anggota kelompok bahkan telah berhasil membuka warung makan di kota berkat keterampilan yang diperoleh selama bergabung dalam program ini.

Dampak Positif Program Desa Energi Berdikari

Program DEB yang digagas Pertamina memberikan dukungan energi terbarukan berupa panel surya berkapasitas 6.400 WP yang membantu mengurangi biaya listrik operasional Kampung Kepiting hingga 60 persen. Hal ini sangat meringankan beban biaya produksi dan operasional kelompok usaha budidaya kepiting.

Baca juga:

Omzet usaha di Kampung Kepiting mencapai Rp 70-90 juta per bulan yang dibagi secara adil kepada anggota kelompok setelah pengurangan biaya operasional dan alokasi kas serta tabungan kelompok. Pendapatan ini menjadi sumber penghidupan baru bagi para eks-PMI dan eks-ABK yang tergabung dalam kelompok Mamaku Berdikari.

Harapan dan Dukungan Pertamina

Menurut Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, program DEB bukan sekadar penyediaan energi bersih, melainkan juga sarana untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Energi terbarukan menjadi penggerak kegiatan produktif, membuka peluang usaha, dan membantu desa tumbuh secara mandiri.

Kisah Rato dan kelompok Mamaku Berdikari menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan kolaborasi dengan dukungan energi bersih dapat menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan di tingkat lokal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *