Hari Batik Nasional, KBRI Ottawa Pamerkan 12 Kain Pusaka Nusantara di Kanada
Suara Pecari, Ottawa – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa, Kanada, menggelar acara bertajuk Batik From Indonesia to the World dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan 17 tahun pengakuan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO. Acara ini diadakan pada Jumat, 21 Oktober 2026, di Aula Caraka Nusantara KBRI Ottawa dan dihadiri sekitar 150 tamu undangan, termasuk anggota Parlemen Kanada, korps diplomatik ASEAN dan negara sahabat, pengusaha, serta pemangku kepentingan setempat.
Peragaan Busana dan Pameran Kain Pusaka Nusantara
Aula KBRI di Ottawa disulap menjadi galeri sekaligus catwalk batik dengan suasana yang kental akan budaya Jawa, ditandai dengan sambutan alunan gamelan dan penampilan kelompok angklung Indonesia Canadian Angklung Society (ICAS). Acara tersebut menampilkan peragaan busana batik bertajuk ‘The Ageless Runway Batik Across Generations’ yang diawali dengan sesi ‘The Living Museum Timeless Artifact’, menampilkan 12 kain pusaka batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Kain-kain pusaka tersebut terbagi dalam tiga babak yang merepresentasikan keragaman tradisi batik di Indonesia, mulai dari motif Keraton Yogyakarta dan Surakarta, batik Banyumas yang terpengaruh Eropa dan Tionghoa, hingga batik pesisir dan daerah lain seperti Mega Mendung dari Cirebon dan batik bercorak Asmat dari Papua. Selanjutnya, peragaan busana dilanjutkan dengan penampilan tiga kelompok generasi, yaitu anak-anak, remaja, dan perempuan dewasa, yang mengenakan busana batik sehari-hari.
Batik sebagai Warisan Budaya dan Diplomasi
Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, dalam sambutannya menegaskan bahwa batik merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Batik bukan hanya benda museum, melainkan bagian dari berbagai tahapan kehidupan masyarakat Indonesia serta sumber penghidupan bagi hampir 200 ribu pekerja di bengkel dan usaha keluarga, khususnya perempuan.
Muhsin juga menekankan batik sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia. Ia mengingatkan bahwa batik pernah dikenakan oleh Perdana Menteri Kanada Jean Chrétien dalam KTT APEC 1994 dan Perdana Menteri Justin Trudeau pada KTT ASEAN 2023, sebagai simbol persahabatan yang dapat dikenakan, bukan hanya dituliskan dalam komunike resmi.
Penguatan Hubungan Indonesia-Kanada
Sameer Zuberi, anggota Parlemen Kanada sekaligus Ketua Bersama Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia, menyambut baik acara ini sebagai langkah penting untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Kanada. Ia menilai batik sebagai pintu yang indah untuk mengenal Indonesia tidak hanya sebagai mitra ekonomi tetapi juga bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa.
Zuberi juga menyoroti penguatan hubungan bilateral melalui Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) yang ditandatangani di Ottawa pada 24 September 2025. Perayaan budaya seperti ini diyakini memperkuat kemitraan dengan membangun saling pengertian antar masyarakat kedua negara.
Respon Positif dari Para Tamu
Antusiasme terhadap batik juga datang dari Helena Skarcic, istri Duta Besar Kroasia untuk Kanada dan Ketua Asosiasi Para Pendamping Duta Besar di Kanada. Ia mengaku terkesan dan kagum dengan proses pembuatan batik serta bagaimana anak-anak menikmati mengenakan busana batik. Ia melihat batik bukan hanya pakaian tradisional biasa, melainkan sesuatu yang istimewa untuk berbagai acara.
Makna Filosofis dan Diplomasi Budaya
Memasuki peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kanada pada 2027, Duta Besar Muhsin mengajak masyarakat kedua negara untuk memaknai filosofi batik yang dibuat dengan kesabaran, ketelitian, dan komitmen, sebagaimana hubungan kedua negara yang terus berkembang dan langgeng.
Perayaan Hari Batik Nasional di KBRI Ottawa ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya Indonesia akan bermakna ketika dipakai, dipahami, dan diteruskan kepada dunia, sekaligus sebagai jembatan diplomasi dan penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










