Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Dorong Budaya Literasi di MI Kedaleman

Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Dorong Budaya Literasi di MI Kedaleman

Banyuwangi — Upaya menghidupkan budaya literasi di kalangan pelajar terus digencarkan oleh Penerbit Lintang melalui program kunjungan sekolah dan donasi buku. Gerakan ini menyasar lembaga pendidikan di berbagai wilayah Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan minat baca sejak usia dini.

Kunjungan kali ini berlangsung di MI Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Rabu (17/12/2025), dan terasa istimewa dengan kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E., M.Si. Kehadirannya menjadi simbol dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi di lingkungan sekolah.

Di sela agenda dinasnya, Yusdi Irawan menyempatkan hadir untuk melihat langsung kondisi perpustakaan sekolah serta berdialog dengan pihak madrasah mengenai pengelolaan dan penguatan literasi. Ia menegaskan bahwa perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Perpustakaan sekolah bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi ruang yang hidup dan aktif. Budaya membaca tidak bisa muncul secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara rutin,” ujar Yusdi.

Ia menambahkan, penguatan literasi di tingkat pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang kritis, berpengetahuan, dan berkarakter.

Dalam kegiatan tersebut, Yusdi Irawan bersama Penerbit Lintang menyerahkan sejumlah buku bacaan sekaligus memberikan masukan terkait tata kelola perpustakaan sekolah serta strategi menumbuhkan minat baca siswa.

Turut hadir Ketua Kopiwangi, Andi Budi Setiawan, S.Pd., yang juga menyerahkan beberapa buku, termasuk karya tulisnya sendiri. Andi dikenal sebagai penulis asal Banyuwangi yang aktif menggerakkan literasi melalui karya sastra dan kegiatan edukatif di berbagai komunitas.

Kepala MI Kedaleman, Nur Lailiyah, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Menurutnya, kehadiran Dinas Perpustakaan bersama Penerbit Lintang menjadi suntikan semangat bagi sekolah dalam mengembangkan perpustakaan dan budaya membaca.

“Kunjungan ini memberi energi positif bagi kami. Dukungan ini memotivasi sekolah untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa,” ujar Nur Lailiyah.

Ia berharap kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi dapat terus berlanjut, khususnya dalam peningkatan koleksi buku dan program literasi berkelanjutan.

Sebagai informasi, MI Kedaleman Rogojampi dikenal sebagai sekolah yang menonjol dalam pendidikan keagamaan. Nilai-nilai akhlakul karimah ditanamkan sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter siswa. Melalui penguatan literasi yang selaras dengan nilai keagamaan, sekolah ini berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang, Maulana Affandi, S.S., menegaskan bahwa kegiatan donasi buku dan kunjungan sekolah merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung gerakan literasi di Banyuwangi.

“Kami meyakini literasi dibangun melalui proses panjang. Diperlukan kehadiran, ketelatenan, dan kerja bersama. Kegiatan ini adalah upaya kami untuk mendekatkan buku kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap membaca,” ungkap Maulana.

Ia menambahkan, sinergi antara komunitas literasi, sekolah, media, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan. Penerbit Lintang berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya yang masih memiliki keterbatasan akses bacaan.

Kegiatan donasi buku dan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun konsisten dalam memperkuat budaya membaca dan membangun ekosistem literasi di Kabupaten Banyuwangi.