Siswa SMP Ahmad Jani Puger Ikuti Simulasi Gempa Bersama PMI Jember dan JRCS

Siswa SMP Ahmad Jani Puger Ikuti Simulasi Gempa Bersama PMI Jember dan JRCS

JEMBER – Suasana berbeda tampak di SMP Achmad Jani, Kecamatan Puger, Rabu (11/2/2026) pagi. Ratusan siswa mengikuti simulasi gempa bumi sebagai bagian dari Festival Kesiapsiagaan Bencana yang digelar PMI Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS).

Kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata bagi pelajar untuk memahami langkah penyelamatan saat terjadi bencana. Sebelum simulasi dimulai, para siswa lebih dulu dikumpulkan di halaman sekolah guna mengulas kembali materi yang telah mereka terima, mulai dari cara melindungi diri ketika gempa hingga prosedur evakuasi menuju titik aman.

Wakil Ketua PMI Jember Aep Ganda Permana yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan pentingnya keseriusan peserta. Menurutnya, pengetahuan kebencanaan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Perhatikan setiap petunjuk dari fasilitator. Ilmu ini kelak bisa kalian sampaikan kepada orang tua, saudara, bahkan tetangga agar lebih siap menghadapi bencana,” ujarnya.

Simulasi diawali dengan skenario gempa yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung. Getaran kuat digambarkan membuat suasana kelas panik. Namun para siswa yang telah dibekali materi langsung sigap: mereka menutup kepala menggunakan tas dan berlindung di bawah meja untuk menghindari risiko tertimpa reruntuhan.

Siswa SMP Ahmad Jani Puger Ikuti Simulasi Gempa
Siswa SMP Ahmad Jani Puger Ikuti Simulasi Gempa

Setelah kondisi dinyatakan aman, siswa mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Beberapa siswa yang diskenariokan mengalami luka mendapat pertolongan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kepala SMP Achmad Jani Drs. Imam Suhemi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

“Melalui materi dan praktik langsung, anak-anak menjadi lebih paham apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Simulasi sederhana seperti ini sangat efektif untuk memantapkan kesiapsiagaan mereka,” tuturnya.

Program tersebut juga bagian dari Society and Community Resilience (SCR), kolaborasi PMI Jember dan JRCS yang telah menjangkau 11 sekolah di wilayah Kabupaten Jember, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Diharapkan, semakin banyak satuan pendidikan yang memiliki budaya sadar bencana sehingga mampu meminimalkan risiko korban saat situasi darurat terjadi.

Tinggalkan Balasan