KSR PMI Jember Gelar Siaga Mula Bencana di SDN Sukorambi 02, Tanamkan Kesiapsiagaan Sejak Dini

KSR PMI Jember Gelar Siaga Mula Bencana di SDN Sukorambi 02

JEMBER – KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember menggelar kegiatan Siaga Mula Bencana di SDN Sukorambi 02 Jember, Sabtu (14/2/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya penyebarluasan Gerakan Palang Merah Indonesia di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat edukasi kemanusiaan bagi pelajar.

Sebanyak tujuh personel KSR bertindak sebagai fasilitator, memberikan materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pertolongan pertama, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan diawali dengan senam bersama untuk membangun semangat dan kebersamaan, lalu dilanjutkan sesi edukasi interaktif yang disambut antusias para siswa.

Kepala sekolah, Endang Asmawati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan relevan dan bermanfaat bagi siswa, terutama dalam membangun kebiasaan hidup sehat serta kemampuan dasar menghadapi situasi darurat.

Salah satu fasilitator, Adinda Dwi, berharap pembekalan ini mampu menumbuhkan kepedulian sosial sejak usia dini. Menurutnya, selain memahami teori, siswa juga didorong memiliki keberanian dan keterampilan dasar untuk membantu sesama.

Haidar Al Rafif selaku penanggung jawab Bidang Organisasi, SDM & Layanan KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam memperluas nilai-nilai kemanusiaan di kalangan pelajar. “Menanamkan kepedulian sosial sejak dini menjadi investasi penting bagi terciptanya generasi yang tangguh dan responsif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember, Moh. Rifqi Adam, menilai kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan kapasitas anggota KSR dalam bidang edukasi. Ia berharap nilai-nilai kemanusiaan dan keterampilan kesiapsiagaan dapat melekat kuat dalam keseharian siswa.

Melalui Siaga Mula Bencana, KSR PMI Jember berupaya membangun budaya sadar risiko dan solidaritas sosial di lingkungan sekolah. Edukasi berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang peduli, sigap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Tinggalkan Balasan