Peredaran Narkoba Kembali Marak, Warga Pagar Merbau Desak Penegak Hukum Bertindak Tegas

Peredaran Narkoba Kembali Marak di Pagar Merbau

Deli Serdang – Kekhawatiran masyarakat Kecamatan Pagar Merbau kembali mencuat setelah munculnya dugaan peredaran sabu-sabu di sejumlah titik desa. Barang haram yang merusak kesehatan dan masa depan generasi muda ini disebut-sebut kembali beredar setelah sebelumnya berhasil diberantas oleh aparat penegak hukum.

Kecamatan Pagar Merbau yang terdiri dari 16 desa dengan jumlah penduduk 42.637 jiwa—mayoritas beragama Islam 92,04% disusul Kristen 7,40% dan Buddha 0,53%—dinilai memiliki kerentanan terhadap masuknya narkoba. Masyarakat berharap keluarga dan lingkungan desa dapat memperketat pengawasan demi mencegah peredaran barang terlarang di tengah permukiman.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kegelisahannya. Ia mempertanyakan keberanian para pelaku melakukan transaksi meski terdapat aparat yang bertugas di setiap desa.
“Beberapa waktu lalu, kami sangat senang karena adanya pemberantasan besar-besaran dari aparat. Namun kini, diduga sabu-sabu muncul lagi di sekitar bangunan kilang batu. Transaksinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi,” ujarnya.

Ia menegaskan, warga mendesak aparat penegak hukum untuk kembali melakukan razia dan penindakan menyeluruh.
“Yang harus ditangkap bukan hanya pengguna, tapi terutama pengedar dan bandarnya. Kalau pengedar bebas, peredaran tetap jalan. Kami ingin narkoba dihapus di Pagar Merbau,” tegasnya.

Senada dengan itu, SP selaku tokoh masyarakat menilai narkoba sebagai ancaman serius bagi moral dan masa depan warganya.
“Tidak ada toleransi bagi narkoba. Barang haram ini merusak akal sehat, bahkan bisa membuat seseorang melawan orang tuanya sendiri. Apa pun jenisnya, harus dijauhi,” tuturnya.

Warga Pagar Merbau berharap aparat Polresta Deli Serdang segera bergerak menindak para pelaku, terutama yang diduga beraktivitas di sekitar simpang PKS Pagar Merbau.
“Tangkap pelakunya, berantas narkobanya. Kami ingin lingkungan aman, nyaman, dan sehat,” ujar warga secara kompak.

Tinggalkan Balasan