Kopdar Ojol Banyuwangi, Ruang Persaudaraan dan Sinergi Bersama Kepolisian
BANYUWANGI. Kegiatan kopi darat (kopdar) pengemudi ojek online (ojol) di Banyuwangi menghadirkan suasana kebersamaan yang berbeda dari rutinitas harian di jalan. Tidak sekadar ajang berkumpul, kopdar ini menjadi ruang persaudaraan, dialog santai, sekaligus penguatan peran sosial komunitas ojol di tengah masyarakat.
Di basecamp Ojol Mendut, para driver duduk bersama tanpa sekat. Obrolan ringan seputar pengalaman di jalan, keselamatan berlalu lintas, hingga dinamika pekerjaan sehari-hari menjadi warna utama. Bagi para pengemudi, momen ini menjadi sarana saling menguatkan di tengah tantangan profesi yang menuntut kewaspadaan tinggi. Selasa (30/12/2025)
Koordinator Forum Ojol Banyuwangi Bersatu (FOBB), Yudha Okta Mahendra, menyampaikan bahwa kopdar memiliki makna penting bagi keberlangsungan komunitas ojol. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun menjadi fondasi utama dalam menjaga solidaritas dan sikap profesional para driver.
“Kopdar ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini ruang silaturahmi dan penguat rasa kebersamaan antar driver. Dari sini kami saling mengingatkan untuk tetap tertib, saling menghargai, dan menjaga nama baik ojol di Banyuwangi,” ujar Yudha.
Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin antar sesama pengemudi turut berpengaruh pada perilaku di lapangan. Solidaritas yang kuat dinilai mampu menciptakan suasana kerja yang lebih aman dan kondusif.
Seiring perkembangan waktu, peran ojol tidak lagi terbatas sebagai penyedia layanan transportasi. Aktivitas mereka yang intens di jalan menjadikan para driver kerap berada di garis depan berbagai situasi, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga kondisi darurat. Kedekatan dengan masyarakat membuat ojol memiliki fungsi sosial yang semakin strategis.
Kehadiran Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra dalam kegiatan tersebut menambah makna kopdar. Dengan pendekatan yang santai, Kapolresta membuka ruang dialog langsung bersama para driver, mendengarkan aspirasi, sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Pengemudi ojek online ini mitra strategis kepolisian. Setiap hari mereka berada di jalan, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan punya peran penting dalam menjaga ketertiban lalu lintas serta keamanan lingkungan,” kata Kombes Pol Rama Samtama Putra.
Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Kolaborasi dengan komunitas masyarakat, termasuk ojol, menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman bersama.
“Kalau komunikasi terjalin dengan baik, potensi masalah di lapangan bisa dicegah lebih awal. Kami ingin sinergi ini terus terbangun dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, FOBB menegaskan kesiapan komunitas ojol untuk terus bermitra dengan kepolisian, tanpa bergantung pada siapa yang menjabat. Yudha menyatakan bahwa para driver siap berkontribusi aktif dalam menjaga ketertiban, khususnya di ruang publik dan jalan raya.
“Siapa pun Kapolresta nya nanti, kami siap bermitra. Kami siap membantu dengan informasi di lapangan dan ikut menjaga ketertiban, terutama di jalan raya,” tegas Yudha.
Kegiatan kopdar ini menjadi gambaran bahwa keamanan dan ketertiban dapat tumbuh dari kebersamaan. Di balik helm dan jaket kerja, para pengemudi ojol bukan hanya pekerja jalanan, tetapi bagian dari komunitas sosial yang solid, peduli, dan berperan aktif menjaga harmoni kehidupan masyarakat Banyuwangi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












