Puluhan Rumah di Gumukmas Terendam Banjir, PMI Jember Turunkan Tim Tanggap Darurat
JEMBER – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Jumat dini hari (6/2/2026) menyebabkan puluhan rumah di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, terendam banjir. PMI Jember langsung mengerahkan Tim Tanggap Darurat, termasuk petugas assessment Iin Indrawati dan Nurul Umayyah dari Sibat Kepanjen, untuk melakukan penilaian dampak sekaligus koordinasi penanganan di lapangan.
Genangan mulai memasuki permukiman warga Dusun Sumbersari RT 001/RW 015 sekitar pukul 01.00 WIB. Selain dipicu curah hujan ekstrem, kondisi diperparah oleh minimnya saluran pembuangan air di lingkungan setempat sehingga aliran air tertahan dan meluap ke rumah penduduk.
Berdasarkan pendataan awal tim Sibat Kepanjen, tercatat 40 kepala keluarga atau sekitar 120 jiwa terdampak. Ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter, dengan sedikitnya empat rumah mengalami rendaman paling parah.
Hingga berita ini disusun, genangan di beberapa titik mulai berangsur surut. Akses menuju lokasi masih dapat dilalui tim gabungan meski harus ditempuh dengan berjalan kaki.
“Jalur menuju fasilitas ibadah sudah mulai surut, tetapi kami tetap mewaspadai kemungkinan hujan susulan,” ujar Haji Mukhlas, Ketua Sibat Kepanjen.
Dalam penanganan darurat, PMI Jember bersama Relawan Sibat Kepanjen bersinergi dengan berbagai unsur, di antaranya pemerintah kecamatan, Polsek, Koramil Gumukmas, Pemerintah Desa Mayangan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini difokuskan pada pemantauan situasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Sebagai langkah awal, relawan telah melakukan assessment cepat untuk memetakan kebutuhan mendesak korban. PMI Jember juga terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Jember guna menentukan langkah lanjutan, baik berupa penyaluran bantuan logistik maupun opsi evakuasi apabila kondisi kembali memburuk.
Banjir yang berulang di kawasan tersebut menjadi catatan penting akan perlunya perbaikan sistem drainase agar risiko serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. (///PMI Jember)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












