Gegana Polda Metro Jaya Sterilisasi Gereja, 4.500 Polisi Dijaga Agar Paskah 2026 Aman
Suara Pecari – 03 April 2026 | Polda Metro Jaya mengerahkan satuan Gegana Brimob untuk melakukan sterilisasi pada 18 gereja di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi menjelang perayaan Paskah 2026. Langkah ini bertujuan memastikan tempat ibadah bebas dari ancaman dan benda mencurigakan.
Pemeriksaan dimulai pada Kamis 2 April 2026 setelah koordinasi intensif dengan pihak keamanan internal masing‑masing gereja. Tim penjinak bom (Jibom) menyisir area utama, altar, ruang pertemuan, serta area parkir.
Kombes Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa semua lokasi dinyatakan aman setelah tidak ditemukan barang berbahaya. “Kami memastikan setiap tempat ibadah dalam kondisi steril sehingga umat dapat beribadah dengan tenang,” ujarnya.
Selain sterilisasi, Polda Metro Jaya menyiapkan 4.500 personel polisi untuk mengamankan rangkaian ibadah Paskah di seluruh wilayah DKI Jakarta. Personel akan ditempatkan di gereja, titik keramaian, dan akses utama.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan penempatan petugas meliputi pengaturan arus lalu lintas, patroli rutin, serta respons cepat bila terjadi situasi darurat. “Kehadiran kami bukan hanya pengamanan, melainkan pelayanan kepada umat,” tegasnya.
Di Palembang, Polrestabes Palembang mengerahkan 521 anggota polisi untuk mengamankan gereja‑gereja Katolik selama perayaan Paskah. Personel dibagi dalam tim bergilir guna mengawasi sterilisasi dan mengatur lalu lintas di sekitar area ibadah.
AKBP Budi Santoso, Kepala Bagian Operasi Polrestabes Palembang, menekankan pentingnya sterilisasi sebelum ibadah dimulai serta koordinasi dengan petugas keamanan gereja. “Kami menempatkan personel secara terbuka dan tertutup untuk memastikan keamanan maksimal,” ujarnya.
Di Papua Barat, Polresta Manokwari mengerahkan 75 personel untuk menjaga misa Kamis Putih hingga Jumat Agung. Tim Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat juga melakukan sterilisasi menyeluruh di gereja‑gereja setempat.
Kombes Ongky Isgunawan, Kapolresta Manokwari, memuji toleransi masyarakat setempat yang mendukung kelancaran perayaan keagamaan. “Kerjasama antara aparat, tokoh adat, dan agama menciptakan suasana damai,” katanya.
Seluruh operasi sterilisasi mengikuti prosedur standar Gegana, termasuk penggunaan detektor logam, pemeriksaan visual, dan pemindaian area kritis. Tim berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain untuk memastikan konsistensi keamanan.
Koordinasi lintas wilayah memperkuat jaringan informasi, sehingga laporan ancaman dapat ditanggapi secara cepat melalui layanan 110. Masyarakat juga diimbau melaporkan hal mencurigakan kepada petugas yang bertugas.
Penempatan personel di titik‑titik strategis memungkinkan respons cepat terhadap potensi gangguan, baik dari benda berbahaya maupun kerumunan tak terkendali. Patroli rutin dilakukan selama jam ibadah dan setelahnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa operasi ini bersifat preventif dan bukan reaktif, guna menjaga ketenangan umat selama perayaan keagamaan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan Polri untuk memperkuat keamanan pada hari raya nasional.
Meski fokus pada gereja, tim Gegana juga memeriksa fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan, kantin, dan area parkir. Hasil inspeksi menunjukkan semua lokasi bebas dari ancaman.
Media lokal melaporkan respons positif umat yang merasa lebih aman setelah mengetahui adanya kehadiran polisi dan sterilisasi. Beberapa jemaat menyatakan rasa nyaman dapat meningkatkan konsentrasi dalam beribadah.
Pemerintah daerah DKI Jakarta memberikan dukungan logistik, termasuk kendaraan dan perlengkapan komunikasi, untuk memperlancar operasi kepolisian. Kerjasama ini mencerminkan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah kota.
Secara keseluruhan, lebih dari 5.000 personel polisi dan tim Gegana terlibat dalam mengamankan perayaan Paskah 2026 di tiga wilayah utama Indonesia. Upaya bersama ini diharapkan menjamin keamanan dan ketertiban selama rangkaian ibadah.
Dengan sterilisasi selesai dan pengamanan terkoordinasi, umat dapat melaksanakan ibadah Paskah dengan tenang, sementara aparat tetap siap menanggapi setiap situasi yang muncul. Keberhasilan operasi mencerminkan komitmen Polri dalam melindungi kebebasan beragama.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






