URL Berhasil Disalin
URL Berhasil Disalin
Dugaan Pungli PTSL Pemerintah Desa Kepanjen Merasa Terpojokan.
_x000D_
_x000D_
Jember,_x000D_
_x000D_
Suarapecari.com -Terkait dugaan pungli PTSL_x000D_
perangkat Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember berinisial SMR_x000D_
menjelaskan kepada awak media, rabu 20/10/2021 bahwa sebelumnya banyak_x000D_
pemberitaan miring dari media yang menyebar.
_x000D_
_x000D_
Menurut SMR berita tersebut belum tentu benar, sebab_x000D_
selama ini perangkat desa belum pernah di wawancarai oleh pihak media tersebut._x000D_
Perangkat desa menyayangkan kenapa hanya konfirmasi sepihak, sedangkan_x000D_
perangkat desa tidak pernah dikonfirmasi oleh oknum awak media tersebut,_x000D_
sehingga pihak pemerintah desa disudutkan dari pemberitaan tersebut. Perangkat_x000D_
desa sangat terbuka bagi siapa saja yang datang untuk mempertanyakan_x000D_
permasalahan yang terjadi, tapi tidak ada yang datang melainkan berita sudah_x000D_
tersebar.
_x000D_
_x000D_
_x000D_
_x000D_
Sementara itu Khusnul Khotimah warga dusun tanggul_x000D_
melati yang mengajukan pendaftaran 2 bidang dalam PTSL yang mengaku sebagai_x000D_
korban oknum perangkat desa atas dugaan merebut sertifikat dari tangan yang_x000D_
bersangkutan dengan dalih belum membayar kekurangan biaya pengurusan PTSL_x000D_
sebesar Rp 2,4 juta. Perangkat desa membantah atas pengakuan khusnul khotimah_x000D_
kepada pihak media, bahwa itu tidak benar karena itu sudah ada kesepakatan_x000D_
biaya pengurusan Mutasi surat tanah jauh hari sebelum PTSL di selenggarakan.
_x000D_
_x000D_
_x000D_
_x000D_
Di lain sisi perangkat desa berinisial GM geram dan_x000D_
kecewa dengan adanya pengakuan warga sebagai pemohon PTSL dan di kenai biaya_x000D_
senilai 11 juta rupiah, selain itu tudingan yang menerpa pemerintah desa hampir_x000D_
4 tahun surat jual beli tanah warga tak kunjung di selesaikan. GM menampik hal_x000D_
itu dan menyebut sebagai isu belaka. GM menjelaskan pernah ada warga memohon_x000D_
pengurusan surat jual beli tanah pada tahun 2014 silam, namun pejabat camat_x000D_
masih berstatus PLT dan belum memiliki SK PPATS di tahun 2017 surat jual beli_x000D_
tersebut telah di selesaikan dan diserahkan kepada warga yang bersangkutan._x000D_
Lantas mengapa terjadi isu-isu yang berkembang saat ini dan menjadi pembicaraan_x000D_
hangat di desa kepanjen. Dan menjadi trending topik pemberitaan media.
_x000D_
_x000D_
_x000D_
_x000D_
Kepala desa kepanjen Shaiful Mahmud angkat bicara_x000D_
terkait tuduhan dugaan pungli PTSL, kepala desa meluruskan isu-isu yang_x000D_
berkembang saat ini, bahwa apa yang terjadi pemberitaan dari media online tidak_x000D_
benar adanya dan salah paham,biaya pendaftaran PTSL di kenai sebesar Rp 300_x000D_
ribu rupiah perbidang. Terdapat biaya di luar anggaran negara dan di bebankan_x000D_
kepada pemohon. Sebelum PTSL di selenggarakan kepala desa membuka PRA PTSL guna_x000D_
melengkapi data pertanahan pemohon yang nantinya sebagai persyaratan_x000D_
pendaftaran PTSL, dan biaya dikenakan semampunya bagi pemohon dan tidak ada_x000D_
pemaksaan ucapnya kepada awak media.
_x000D_
_x000D_
_x000D_
_x000D_
Berita yang santer di desa kepanjen terkait dugaan_x000D_
pungli PTSL mendapat tanggapan dari wiyono selaku ketua program PTSL. Menurut_x000D_
wiyono dalam program PTSL di desa kepanjen, pihaknya memang membebankan biaya_x000D_
kepada pemohon sebesar Rp 300 ribu rupiah. Wiyono mengaku kaget saat menerima_x000D_
kabar, ada warga pemohon dimintai biaya mencapai Rp 1 juta. hingga lebih oleh oknum perangkat_x000D_
desa, namun wiyono mananggapi berita-berita yang bermunculan dengan penuh tanda_x000D_
tanya, karena menurutnya polemik dugaan pungli sangat beraroma politik. Sebab_x000D_
selama ini saya belum pernah menerima pengaduan dari pihak PTSL.
_x000D_
_x000D_
Jember. Dpn/Din
_x000D_
_x000D_











