Dortmund Tersingkir dari Peluang Gelar setelah Kalah 1-2 dari Hoffenheim

Avatar
Dortmund Tersingkir dari Peluang Gelar setelah Kalah 1-2 dari Hoffenheim

Suara Pecari – 19 April 2026 | Borussia Dortmund gagal mengamankan tiga poin saat menjamu TSG Hoffenheim di PreZero Arena, Sinsheim, Sabtu (18 April 2026). Skor akhir 1-2 menutup peluang mereka meraih gelar Bundesliga.

Andrej Kramaric membuka keunggulan Hoffenheim lewat tendangan penalti pada menit ke-42 setelah memanfaatkan kesalahan di area kotak penalti.

Gol penalti tersebut tak dapat dihentikan oleh kiper Dortmund, Gregor Kobel, yang berada di posisi terbaik.

Serhou Guirassy menyamakan kedudukan bagi Dortmund pada menit ke-87 setelah memanfaatkan serangan balik cepat.

Gol Guirassy datang setelah tekanan menengah Dortmund berhasil memecah pertahanan Hoffenheim.

Kedua tim kembali beradu intens di menit akhir, namun Julián Ryerson melakukan handball di dalam kotak penalti.

Kramaric kembali mengeksekusi penalti pada menit ke-90+8, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Hoffenheim.

Penalty kedua menegaskan kemenangan Hoffenheim dan menambah beban pada klasemen Dortmund.

Jobe Bellingham, gelandang muda Dortmund, berusaha mengontrol bola pada fase-fase kritis namun tidak mampu mengubah alur pertandingan.

Tim asuhan Edin Terzic tetap menunjukkan konsistensi pertahanan, namun kesalahan individu menjadi titik lemah pada laga ini.

Dengan hasil tersebut, Dortmund tetap berada di posisi kedua dengan 64 poin dari 30 laga.

Selisih poin antara Dortmund dan pemuncak klasemen Bayern Munich kini menjadi 12 poin.

Bayern hanya perlu meraih satu poin melawan VfB Stuttgart pada Minggu depan untuk mengamankan gelar.

Jika Bayern gagal memperoleh poin, Dortmund masih memiliki peluang teoritis, namun jarak waktu semakin menipis.

Hoffenheim naik ke peringkat kelima dengan total 54 poin, hanya dua poin di luar zona empat besar.

Kemenangan ini memperkuat harapan Hoffenheim untuk mengincar tempat di kompetisi Eropa musim depan.

Statistik pertandingan menunjukkan kepemilikan bola hampir seimbang, namun peluang tembakan Hoffenheim lebih efektif.

Dortmund mencatat 10 tembakan, namun hanya dua yang tepat sasaran, sementara Hoffenheim mencetak tiga peluang berbahaya.

Penampilan Gregor Kobel tetap solid, menyelamatkan dua tembakan penting dari Kramaric.

Setelah pertandingan, pelatih Terzic menyatakan kekecewaannya namun menekankan pentingnya fokus pada sisa musim.

“Kami harus bangkit dan memperbaiki kesalahan, terutama dalam hal disiplin di kotak penalti,” ujarnya kepada wartawan.

Di sisi lain, pelatih Hoffenheim, Christian Ilzer, memuji mental timnya yang mampu memanfaatkan peluang penalti.

“Kami bermain dengan keyakinan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” kata Ilzer.

Kemenangan ini menambah tekanan pada rival lain yang masih berjuang untuk masuk zona Liga Champions.

Empat tim teratas kini bersaing ketat, dengan Bayern dan Dortmund masih memimpin, sementara Leipzig dan Frankfurt menanti peluang.

Jadwal sisa musim menunjukkan Dortmund akan menghadapi beberapa tim papan atas, termasuk Schalke dan Bayer Leverkusen.

Keberhasilan mengamankan tiga poin dalam laga-laga tersebut akan menjadi kunci untuk mempertahankan ambisi juara.

Bagi Bayern, pertandingan melawan Stuttgart menjadi penentu akhir musim, dengan peluang hampir pasti mengunci gelar.

Sementara itu, Hoffenheim akan berusaha mempertahankan posisi lima dengan mengumpulkan poin melawan lawan-lawan menengah.

Secara keseluruhan, hasil akhir pekan ini menegaskan dominasi Bayern di puncak klasemen dan mempersempit ruang gerak Dortmund.

Dortmund harus meningkatkan konsistensi dan mengurangi kesalahan disiplin agar tetap kompetitif hingga akhir musim.

Musim Bundesliga 2025/2026 kini memasuki fase krusial, di mana setiap poin menjadi sangat berharga.

Penggemar Dortmund diharapkan tetap mendukung tim meski tantangan semakin berat menjelang penutup liga.

Dengan tekad dan perbaikan taktik, Dortmund masih memiliki peluang untuk menutup jarak dengan Bayern.

Namun, bila Bayern mengamankan poin melawan Stuttgart, peluang Dortmund untuk merebut gelar akan hampir punah.

Tinggalkan Balasan