Premier League Tegaskan Gol Iliman Ndiaye Tak Diakui, Imbas pada Persaingan Everton vs Liverpool
Suara Pecari – 20 April 2026 | Premier League mengeluarkan pernyataan resmi bahwa gol Iliman Ndiaye pada pertandingan melawan Liverpool tidak sah setelah tinjauan VAR. Keputusan itu menegaskan posisi wasit dalam menilai posisi offside pada serangan awal Everton.
Gol tersebut terjadi pada menit ke-8 ketika Ndiaye menerima umpan silang dan menekuk bola ke gawang, namun VAR menandai adanya pelanggaran offside di lini pertahanan. Keputusan itu menambah tekanan pada tim Asmirul Sunjidi yang berupaya memanfaatkan peluang serangan cepat.
Penolakan gol menambah beban mental bagi Everton yang sudah berada di zona relegasi, sementara Liverpool tetap mengincar posisi empat besar. Kedua tim kini harus menyesuaikan strategi menjelang laga berikutnya.
Di sisi lain, Virgil van Dijk terus menegaskan fokusnya pada perjuangan Liverpool di Liga Champions meski klub menghadapi krisis penjaga gawang. Van Dijk menilai bahwa stabilitas lini belakang tetap menjadi prioritas utama.
Krisis penjaga gawang Liverpool muncul setelah cedera Aaron Ramsdale, memaksa pelatih Jürgen Klopp mengandalkan pilihan cadangan. Meskipun demikian, van Dijk yakin tim dapat tetap bersaing di kompetisi Eropa.
David Moyes, pelatih Everton, memberikan penilaian singkat setelah kekalahan 2-0 melawan Liverpool, menyatakan tidak ada rasa malu atas penampilan tim meski hasilnya kurang memuaskan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.
‘Tidak ada rasa malu dalam cara kami bermain,’ ujar Moyes dalam konferensi pasca pertandingan, menambahkan bahwa pemain harus belajar dari kesalahan. Pernyataan ini mencerminkan tekad manajer untuk memperbaiki pertahanan.
Keputusan VAR yang menolak gol Ndiaye juga memicu perdebatan tentang kecepatan intervensi teknologi dalam laga Premier League. Beberapa analis mengkritik penundaan keputusan yang dianggap mengganggu alur permainan.
Sementara itu, gol Everton yang sempat dinyatakan sah sebelum gol Mohamed Salah yang terkenal, akhirnya dibatalkan karena pelanggaran offside pada menit ke-12. Kejadian ini memperlihatkan betapa ketatnya regulasi offside di kompetisi Inggris.
Mohamed Salah mencetak gol kedua Liverpool pada menit ke-23, memperkuat keunggulan tim biru. Gol tersebut menjadi penentu akhir dalam pertempuran antara dua klub tradisional.
Penilaian pemain Everton menunjukkan lima bintang dengan nilai 7 dan satu pemain dengan nilai kurang memuaskan. Rating tersebut mencerminkan performa rata-rata yang belum mampu menandingi kualitas Liverpool.
Penampilan defensif Everton tetap menjadi titik lemah, terutama dalam mengatasi serangan cepat Liverpool. Kelemahan ini menjadi fokus utama pelatih dalam latihan selanjutnya.
Premier League menegaskan bahwa keputusan VAR bersifat final dan tidak dapat diubah, mengingat prosedur pemeriksaan yang telah dilakukan. Keputusan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi tim lain dalam mengatur taktik serangan.
Bagi Iliman Ndiaye, gol yang dibatalkan menjadi kesempatan belajar dalam karier muda di Premier League. Pemain muda asal Prancis ini diharapkan dapat meningkatkan ketajaman dan pemahaman taktis.
Everton kini menatap pertandingan selanjutnya melawan tim lain di papan tengah klasemen, dengan target mengamankan tiga poin penting. Tim berupaya memperbaiki efisiensi serangan dan ketahanan pertahanan.
Liverpool, di sisi lain, tetap berambisi mengamankan tempat di Liga Champions, meski harus mengatasi masalah penjaga gawang. Van Dijk menegaskan bahwa fokus tetap pada stabilitas lini belakang.
Kedua tim akan kembali berlatih dalam beberapa hari ke depan, dengan pelatih masing-masing menyesuaikan formasi berdasarkan hasil terakhir. Penyesuaian taktik diharapkan meningkatkan peluang meraih hasil positif.
Secara keseluruhan, keputusan VAR pada gol Iliman Ndiaye menegaskan pentingnya teknologi dalam mengawal keadilan pertandingan, sekaligus menambah dinamika persaingan di papan atas dan bawah klasemen Premier League.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







