Egrang Jadi Tombol Jeda Anak dari Dunia Digital
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jember – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria menekankan pentingnya permainan tradisional seperti egrang bagi anak-anak, terutama dalam menghadapi kehebatan teknologi digital.
Permainan egrang dapat menjadi salah satu tombol jeda bagi anak-anak untuk mengelola waktu mereka di dunia digital.
Nezar mengatakan bahwa sekarang ini, sekitar 230 juta masyarakat Indonesia telah mengakses internet dan jaringan telekomunikasi telah menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni.
Selain itu, masyarakat tidak hanya terkoneksi secara lokal, tetapi juga terhubung secara global.
Karena itu, pemerintah menerbitkan PP Tunas untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak, melalui pengaturan platform digital.
Nezar menilai permainan tradisional seperti egrang kini hidup berdampingan dengan permainan digital, yang mudah diakses melalui smartphone.
Permainan fisik menghadirkan nilai yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang digital, seperti keseimbangan, kerja sama, dan interaksi emosional secara langsung.
Nezar mencontohkan bahwa saat seorang anak terjatuh ketika bermain egrang, teman-temannya justru memberikan dukungan agar kembali bangkit.
Hal ini dapat membentuk karakter anak yang lebih baik.
Festival Egrang, kata dia, tidak hanya menjaga warisan budaya tetap hidup, tetapi juga menciptakan ruang bermain yang sehat dan mendukung kesehatan emosional anak.
Kita tidak bisa menghindari teknologi digital, tapi anak-anak juga membutuhkan ruang bermain fisik dan interaksi sosial yang autentik.
Nezar juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan dunia digital.
Keluarga merupakan ekosistem pertama yang membentuk relasi anak dengan dunia digital.
Sehingga perlu menciptakan ruang yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















