Masyarakat Bingung Dengan Adanya Pagu Tidak Naik Kelas Di SMA Negeri

Banyuwangi

Suarapecari.com – Masyarakat Banyuwangi dibuat bingung dengan munculnya pagu tidak naik kelas di laman PPDB Kabupaten Banyuwangi dan menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat yang mempunyai anak usia sekolah tingkat SMA terutama SMA Negeri, Hal ini dikarenakan dalam aturan Kementerian pendidikan semua siswa di massa pandemi covid 19 ini, wajib semuanya di naikan kelas. Tetapi ada beberapa sekolah SMA Negeri di Kabupaten Banyuwangi yang tidak menaikan siswanya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Glagah Drs.MujionoM.Pd Saat di konfirmasi awak media di kantornya (28/6/2021) terkait pagu tidak naik kelas di sekolahnya  menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak boleh memberhentikan maupun tidak menaikan siswanya. Namun dalam permasalahan ini ada beberapa siswa yang kami anggap nakal dan tidak pernah mengikuti kegiatan pembelajaran sekolah selama 2 semester dan secara otomatis siswa yang bersangkutan tidak mempunyai nilai sama sekali. Maka dari itu siswa ini kami masukan ke catatan pagu tidak naik kelas bukan berarti tidak naik melainkan kami suruh mengulang dan kami beri waktu secepatnya untuk menyelesaikan tugas pembelajaran yang belum di selesaikan selama 2 semester itu. Agar siswa tersebut bisa mempunyai nilai dan bisa melanjutkan lagi ke semester berikutnya. jelasnya

Terkait adanya indikasi bisnis bangku kosong Mujiono mengatakan itu tidak benar. Sistem pembelajaran disini memakai satuan kredit semester (SKS) yang sama dengan sistim pembelajaran kuliah. Seandainya nilainya kurang tetap harus di perbaiki agar bisa melanjutkan ke semester berikutnya. Sistem pembelajaran ini ada tiga seperti tipe cepat sedang dan lambat. Tipe cepat pembelajaran dengan lulus dua tahun biasanya siswa siswi dengan nilai terbaik bisa di ajukan di tipe cepat ini. Sedangkan untuk tipe sedang pembelajaran normal tiga tahun dan yang lambat bisa lebih dari empat tahun biasanya yang seperti ini kami rekomendasikan untuk ikut kejar paket C. Kalau siswa yang kondisinya sakit parah yang sudah tidak memungkinkan bisa belajar lagi kami pihak sekolah memberikan rekomendasi ke orang tuanya agar siswa ini mengambil terminal (cuti) agar nantinya setelah sembuh bisa melanjutkan lagi semesternya. Terangnya

Saat di tanya apakah pihak sekolah terkait anak yang di anggap nakal ini sudah pernah mengirimi surat dan juga mendatangi ke orang tuanya Mujiono menjawab sudah. Pihak sekolah melalui guru kelasnya sudah mengirimi surat kepada orang tuanya dan beberapa kali mendatangi rumah masing masing siswa. Setelah kami kroscek di rumahnya permasalahan yang ada di setiap siswa ini kebanyakan problem keluarga. Tetapi kami sudah bicara langsung kepada orang tuanya masing masing bahwa anaknya terlambat dalam menyelesaikan tugas dari sekolah. Mangkanya kami meminta kepada orang tuannya untuk memperhatikan juga mengawasi dan menegur anaknya dalam urusan sekolahnya. Karena anaknya masih belum menyelesaikan tugas pembelajaran sekolah selama 2 semester. Dengan cara seperti ini kita sudah mengupayakan untuk menyelamatkan proses pendidikan anak ini. imbuhnya 

Selain di SMAN 1 Glagah juga ada sekolah yang memampang pagu tidak naik kelas seperti SMAN 1 Genteng sebanyak 3 anak dan SMAN 1 Gambiran sebanyak 2 anak.

Saat di konfirmasi di kantornya terkait problem pagu tidak naik kelas kepala cabang Dinas pendidikan Provinsi wilayah Banyuwangi Istu Handono.Mpd masih tidak berada di tempat sama halnya kepala bidang (KABID) pendidikan SMA Provinsi Wilayah Banyuwangi juga masih berada di luar kota.

Ganda – Banyuwangi