Kapolres : Kalau Terjadi Keributan Saat Pilkades, Langsung Saya Pending Pelaksanaanya
LUMAJANG. Suarapecari.com – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si menegaskan, manakala ada salah satu desa yang ribut saat pemilihan kepala desa ( pilkades ), pihaknya akan pending untuk pelaksanaan pencoblosan.
Penegasan itu ia kemukakan, saat meminta apel gelar pasukan kemarin. Pihaknya akan mensiagakan sebanyak 449 anggota Kepolisian Resor Lumajang, dengan rincian pengamanan TPS ( Tempat Pemungutan Suara ) sebanyak 401 personil. Back Up PAM TPS 48 orang, ditambah personel BKO sebanyak 500 personel yang terdiri dari 100 personel Brimob Polda Jatim, 100 dari Ditsamapta Polda Jatim, 60 personel dari Polres Jember, 60 personel dari Polres Situbondo, 60 personel dari Polresta Probolinggo, 60 personel dari Polres Probolinggo, dan 60 personel dukungan dari Polres Bondowoso.
“Pengamanan digelar mulai hari ini hingga lusa 1 – 3 Desember 2021,” kata Kapolres Lumajang.
Ratusan personil disebar, siaga di tiap – tiap TPS, sesuai dengan tingkat kerawanan dari masing – masing desa yang saat ini tengah melaksanakan Pilkades serentak.
“Untuk desa dengan kategori sangat rawan, kita siagakan 3 aparat Polisi. Untuk kategori rawan, kita tempatkan 2 personel, dan untuk kategori kurang rawan kita kirim 1 personel,†imbuhnya.
“Beberapa desa sudah mulai terlihat intrik-intrik gak baik. Sekecil apapun tindakan yang merusak demokrasi akan kami cegah termasuk tindakan intimidasi. Hari ini, harus betul-betul kondusif. Kalau ada salah satu desa terjadi keributan ketika Pilkades, langsung saya pending untuk pencoblosan,†tegasnya.
Lebih jauh Kapolres menerangkan, beberapa tindakan yang dinilai bisa merusak citra demokrasi itu akan dicegah, salah satunya soal intimidasi.
“Beberapa desa sudah mulai terlihat intrik-intrik gak baik. Sekecil apapun tindakan yang merusak demokrasi akan kami cegah termasuk tindakan intimidasi. Hari ini, harus betul-betul kondusif. Kalau ada salah satu desa terjadi keributan ketika Pilkades, langsung saya pending untuk pencoblosan,†tegasnya.
Selain persoalan pengamanan Pilkades, ia mengimbau personelnya untuk bisa mencegah terjadinya atau timbulnya kluster Covid – 19 baru, selama proses demokrasi itu berlangsung.
“Pelaksanaan protokol kesehatan juga harus bisa diterapkan dalam Pilkades mendatang. Ini tantangan kita, dan ini tugas kita. Semuanya, harus berjalan aman. Baik itu pengamanan pilkades dan penerapan protokol kesehatan,†tutupnya.
Setidaknya, terdapat 32 desa yang nantinya akan mengikuti tahapan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa atau Pilkades serentak yang akan dihelat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur besok. (Arifin)











