Hingga Usia 17 Tahun, Penyandang Disabilitas Belum Pernah Mendapat Bantuan, Dan Terkesan Dipersulit

BANYUWANGI, Suarapecari.com – Rasa pilu mendalam yang dialami oleh keluarga Kholili dan Nanik yang mencari bantuan ke pemerintah untuk anak semata wayangnya yang mengalami disabilitas, sampai sekarang masih belum tercover oleh bantuan Pemerintah. Padahal, dalam hal ini Negara sudah menjamin keberlangsungan hidup setiap warga Negaranya terutamanya disabilitas, yang sudah di atur dalam Undang Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Namun, kenyataannya masih ada penyandang disabilitas yang tidak tercover bantuan Pemerintah seperti Faichal anak disabilitas warga Dusun Balak Lor RT 2 RW 3 Desa Balak, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim). 
Hal ini, yang menjadi pertanyaan besar. Di karenakan hampir usia tujuh belas tahun, Faisal anak yang mengalami kelumpuhan mulai usia dua tahun ini belum pernah sama sekali tersentuh oleh program bantuan disabilitas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi (Pemkab). Padahal Pemkab sendiri memiliki program bantuan khusus untuk penyandang disabilitas. Tetapi, kenyataannya program ini tidak pernah sama dirasakan oleh Faichal, karena kurang pekanya Pemerintah Desa, Kecamatan, hingga Dinas Sosial Banyuwangi dalam menangani persoalan disabilitas ini.
Saat di wawancarai suarapecari.com, Nanik ibu kadung Faichal mengatakan bahwa Faichal belum pernah sama sekali tersentuh program bantuan khusus disabilitas dari Pemerintah. Saya sudah pernah mengajukan ke Desa tetapi kenyataannya nihil. Pernah oleh perangkat desa dibilang bahwa anaknya tidak terdaftar di Desa Balak, malah saya disuruh datang sendiri ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk meminta bantuan, teryata disana cuma di data saja dan disuruh menandatangani formulir yang saya kira penerima bantuan, lalu saya didatangi perwakilan dari Dinas Sosial yang menanyakan apakah bantuan uangnya sudah diterima, namun bantuan juga nihil tak kunjung datang. Sudah lama berlalu, saya tanyakan lagi ke Desa, malah Perangkat Desa Balak menjawab bahwa data anak saya tidak terdaftar. Kata bu Nanik menceritakan keluh kesahnya di depan media suarapecari.com dan rekan rekan dari Lembaga PECARI, TRC PPA, Mahkota dan FRB.
Ibu Nanik dan Faichal
Perlu di ketahui kunjungan rekan rekan Lembaga di kediaman Faichal karena peduli dengan kondisinya juga ingin berbagi dan menyalurkan bantuan baik dari pribadi maupun donatur ke penyandang disabilitas dengan sedikit memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari hariannya. Selain itu rekan rekan lembaga ini akan berusaha memperjuangkan semaksimal mungkin agar Faichal bisa mendapatkan program bantuan disabilitas berkelanjutan dari Dinas Sosial dan mendapatkan jaminan kesehatan khusus dari Dinas Kesehatan Banyuwangi.
Saat di wawancarai perwakilan dari rekan rekan Lembaga yang di wakili oleh Veri Kurniawan dari TRC PPA mengatakan kunjungan kami atas keperdulian kita bersama terhadap Faichal yang mengalami kondisi disabilitas. Kami juga akan memperjuangkan supaya Faichal ini bisa tercover dalam bantuan khusus disabilitas maupun bantuan kesehatan dari Pemkab Banyuwangi katanya.
Harapan kami mulai dari Desa Kecamatan bisa memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi dan hadir memberikan bantuan berkelanjutan tidak hanya sekali atau dua kali yang terpenting adalah bantuan kesehatan imbuh Veri.
Ricky Sulivan dari Lembaga PECARI menambahkan pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial harusnya peka terhadap masalah ini jangan karna diberitakan di media baru pemerintah turun tangan dan memberikan bantuan. Harapannya Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Banyuwangi lebih perduli dan memberikan bantuan yang berkelanjutan untuk disabilitas dan keluarga yang tidak mampu. untuk semua penyandang disabilitas harus didata dan diberikan bantuan yang layak seperti yang telah diamanatkan dalam Undang Undang No 8 Tahun 2016.
“Jadi Pemerintah Daerah wajib menyediakan dana untuk pemenuhan hak atas penyandang disabilitas” katanya. (Ganda)