Diduga Tidak Terima Mobilnya Tersenggol, Pengendara Mobil Menodongkan Pistol Ke Peserta Karnaval

peserta karnaval ditodong pistol

Banyuwangi, SuaraPecari – Karnaval budaya yang diadakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, terjadi kericuhan dan tegang. Insiden ini terjadi pada hari Senin, 28 Agustus 2023, saat seorang peserta karnaval diduga tersenggol oleh mobil warna putih yang melaju berlawanan arah.

Peristiwa memilukan ini kemudian memunculkan kejadian yang lebih serius. Peserta karnaval yang disenggol tersebut mencoba untuk menegur pengemudi mobil, dengan harapan untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik. Namun, situasi memburuk ketika pengendara mobil, yang diidentifikasi dengan nomor kendaraan AG 1407 LR dan mengenakan kaos merah, merespon dengan emosi yang tinggi.

Pengemudi mobil tersebut turun dari kendaraannya dan konflik verbal berlanjut. Tanpa diduga, situasi semakin memanas saat pria tersebut diketahui mengeluarkan benda yang diduga sebagai senjata api jenis pistol. Benda tersebut diacungkan ke arah peserta karnaval yang berusaha menyelesaikan permasalahan dengan damai.

seorang mengacungkan pistol ke peserta karnaval
seorang mengacungkan pistol ke peserta karnaval

Tindakan mengejutkan ini langsung menciptakan kekacauan di tengah-tengah warga yang hadir menyaksikan karnaval. Momen yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan semangat persatuan dalam merayakan kemerdekaan Indonesia malah berubah menjadi ketegangan yang mendalam.

Tidak hanya itu, pengemudi mobil berkaos merah tersebut juga terlihat menodongkan senjata api ke arah peserta karnaval dan warga yang berada di sekitarnya. Rekaman amatir yang beredar menunjukkan pria tersebut memarahi warga yang mencoba merekam kejadian tersebut, menambahkan unsur ketidakamanan dan ancaman yang lebih besar.

Sampai saat ini, identitas pria dengan kaos merah dan keaslian senjata api yang digunakan masih belum jelas. Peristiwa ini telah mengguncang kemeriahan karnaval dan meresahkan warga Desa Mangir.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa semangat persatuan dan keragaman dalam merayakan kemerdekaan harus tetap dijaga. Kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat membantu mengembalikan ketenangan dan menjamin keselamatan masyarakat dalam acara-acara sejenis di masa yang akan datang.