Pancasila Adalah Ideologi Final, Faham Khilafah Tak Cocok Diterapkan di Indonesia

Ustaz Muhyiddin Nasution, S.Pd, Sosialisasi Pancasila sebagai Ideologi Negara dalam Menghempang Penyebaran Faham Khilafah

MEDAN – Faham Khilafah dinilai tidak relevan untuk diterapkan di Indonesia yang dikenal sebagai negara majemuk, terdiri dari berbagai suku, bangsa, agama, dan ras. Sebaliknya, Pancasila dinilai telah terbukti mampu menjadi pemersatu bangsa sejak Indonesia merdeka.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhyiddin Nasution, S.Pdi dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila sebagai Ideologi Negara dalam Menghempang Penyebaran Faham Khilafah, yang digelar bersama jamaah Pengajian Nurhasanah di Masjid Almuhajirin, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (7/5/2025).

“Sejak Indonesia merdeka, ideologi kita adalah Pancasila dan itu tidak bisa diubah lagi. Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan, secara substansi, nilai-nilai Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip syariat,” jelas Ustaz Muhyiddin yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Dakwah Al-Washliyah Sumatera Utara.

Menurutnya, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan membawa Indonesia menjadi negeri yang diberkahi—Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Namun demikian, ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika kelima sila Pancasila benar-benar dijadikan pedoman hidup, maka tak ada lagi masyarakat yang tertinggal atau tak sejahtera,” ujarnya.

Ustaz Muhyiddin juga menyoroti fenomena banyaknya orang berilmu tetapi tidak memiliki adab, yang menurutnya menjadi salah satu penyebab kondisi bangsa yang kerap menghadapi perpecahan dan kekacauan.

“Ilmu tanpa adab adalah sumber kegaduhan. Karena itu, penting bagi kita untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila demi menjaga persatuan,” tegasnya.

Sebagai anggota Dewan Pertimbangan Gerakan Da’i Mengaji Sumatera Utara, Ustaz Muhyiddin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para jamaah, untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya melawan penyebaran faham radikalisme dan Khilafah.

“Kalau hidup sudah penuh berkah, maka datanglah ketenangan dan kebaikan. Sosialisasi nilai-nilai Pancasila seperti ini harus terus digencarkan, menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.