Pemprov Jatim Kucurkan Bantuan Sosial dan Zakat Produktif untuk Warga Banyuwangi
BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi dengan total nilai mencapai Rp5,26 miliar. Bantuan tersebut menyasar kelompok rentan hingga pelaku usaha ultramikro.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Kecamatan Glenmore, Sabtu (28/2/2026), didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Rincian bantuan meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) bagi 65 penerima, Bantuan Sosial PKH Plus untuk 866 orang, serta zakat produktif bagi 50 pelaku usaha kecil. Selain itu, turut disalurkan tali asih bagi Taruna Siaga Bencana (Tagana), dukungan program pemberdayaan BUMDesa dan Desa Berdaya, Program Jatim Puspa, serta Bantuan Keuangan Desa.
Khofifah menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.
“Untuk asistensi sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia, ini sifatnya sebagai bantalan sosial,” ujarnya.
Sementara zakat produktif ditujukan untuk memperkuat permodalan usaha ultramikro agar tidak terjerat praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal.
“Harapannya pelaku usaha ultramikro bisa terhindar dari rentenir atau pinjol yang legalitasnya tidak jelas,” tambahnya.
Menurut Khofifah, program ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Skema serupa, kata dia, dilakukan bergiliran di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Di sisi lain, Ipuk menyampaikan bahwa dukungan Pemprov Jatim memperkuat langkah Pemkab Banyuwangi dalam menekan angka kemiskinan. Ia menekankan bahwa strategi pengentasan kemiskinan tidak hanya bertumpu pada bansos, tetapi juga pada program pemberdayaan.
“Kami tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan berbagai bantalan melalui program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi,” jelas Ipuk.
Program ASN Berbagi merupakan inisiatif partisipatif aparatur sipil negara yang menyalurkan donasi rutin setiap bulan bagi warga kurang mampu. Sementara Banyuwangi Berbagi melibatkan unsur pentahelix, termasuk dunia usaha dan komunitas, dalam program seperti bedah rumah dan layanan kesehatan.
Momentum penyaluran bantuan yang bertepatan dengan bulan Ramadan menghadirkan suasana haru bagi sebagian penerima. Sofiatun (38), warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima putrinya, Zahira, penyandang disabilitas yang mengalami gangguan saraf tulang.
Ia menerima bantuan uang tunai Rp900 ribu per tiga bulan, kursi roda, serta paket sembako.
“Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan dan aktivitas sehari-hari anak saya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Penyaluran bansos ini diharapkan tidak hanya menjadi penopang kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












