Tes Urine Mendadak Polres Jember, Komitmen Wujudkan Institusi Bersih dari Narkoba

Kapolres Jember Pimpin Tes Urine Mendadak

JEMBER – Komitmen menciptakan institusi kepolisian yang bersih dari penyalahgunaan narkoba terus ditegaskan oleh Polres Jember, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui tes urine mendadak terhadap seluruh unsur pimpinan.

Tes urine tersebut diikuti Kapolres, Wakapolres, para pejabat utama (PJU), perwira staf hingga seluruh Kapolsek jajaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah mitigasi internal untuk memastikan seluruh pimpinan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Jember Bobby A. Condroputra menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan kepolisian harus dibangun melalui keteladanan, bukan sekadar jabatan.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menunjukkan integritas, empati, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

“Role model pemimpin adalah sosok yang menunjukkan integritas, empati, visioner, mampu mendengarkan, serta berani mengambil keputusan berisiko,” ujar Bobby, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan memastikan seluruh unsur pimpinan bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Jember Suwito Nur menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen menjaga integritas dan profesionalisme institusi.

“Tes urine ini adalah langkah preventif untuk memastikan seluruh pimpinan di Polres Jember benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Ia menambahkan, para Kapolsek memiliki peran strategis di wilayah masing-masing. Selain bertanggung jawab terhadap keamanan wilayah, mereka juga menjadi figur teladan bagi anggota dan masyarakat.

Karena itu, menurutnya, nilai integritas, disiplin, kerja keras, dan profesionalisme harus tercermin secara konsisten dalam setiap tindakan.

Langkah mitigasi tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa Polres Jember tidak memberi ruang bagi pelanggaran, khususnya yang berkaitan dengan narkoba. Pengawasan internal, kata Suwito, akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.

Tinggalkan Balasan