Dari Relawan Menjadi Ormas, Bonar Indonesia Deklarasi di Medan

Organisasi Bonar Indonesia resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi masyarakat

MEDAN, SUMATERA UTARA – Organisasi Bonar Indonesia resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi masyarakat (ormas) dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Bonar Indonesia, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (6/3/2026).

Deklarasi tersebut dihadiri ratusan pengurus dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Kegiatan ini juga dirangkai dengan buka puasa bersama serta santunan bagi anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Pembina Bonar Indonesia Muhammad Riki Pangeran Siregar, Direktur Hukum Bonar Indonesia Henry R. Pakpahan, Ketua A-PPI Sumut Hardep yang dikenal dengan sapaan Raju, serta atlet UFC JK Saragih.

Dalam sambutannya, Direktur Hukum Bonar Indonesia Henry R. Pakpahan menjelaskan bahwa nama “BONAR” memiliki makna filosofis yang kuat, yakni Benar, Adil, Jujur, dan Transparan. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan utama organisasi dalam menjalankan peran sosial dan kemasyarakatan.

“Bonar tidak hanya hadir di Sumatera Utara. Ke depan, organisasi ini akan berkembang sebagai Bonar Indonesia yang diharapkan mampu menjadi kekuatan masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Saat ini, Bonar telah memiliki struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di sejumlah wilayah, di antaranya Kota Medan, Kabupaten Simalungun, Kota Tebing Tinggi, Kota Binjai, dan Kabupaten Toba. Kepengurusan di daerah tersebut disebut telah terbentuk secara menyeluruh.

Ketua Umum Bonar Indonesia Octo GM Simangunsong menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pembangunan daerah serta menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, dengan harapan pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Pembina Bonar Indonesia Muhammad Riki Pangeran Siregar menjelaskan bahwa organisasi ini awalnya berawal dari gerakan relawan yang mendukung Bobby Nasution dalam kontestasi pemilihan gubernur Sumatera Utara.

“Perjuangan itu telah dilalui, dan saat ini kami bertransformasi menjadi organisasi masyarakat yang diharapkan dapat berkembang lebih luas dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Rangkaian kegiatan deklarasi ditutup dengan penyerahan bingkisan kepada puluhan anak yatim serta sesi foto bersama jajaran pembina, pengurus, dan kader Bonar Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan