Aksi Sosial Ramadan, Sibat dan Pemdes Kepanjen Berbagi Ratusan Takjil

Aksi Sosial Ramadan, Sibat dan Pemdes Kepanjen Berbagi Ratusan Takjil

JEMBER – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan tercermin dari kolaborasi lintas elemen masyarakat di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Pada Kamis (12/3/2026), Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kepanjen bersama Pemerintah Desa Kepanjen dan komunitas senam Macan Tutul menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan paket takjil kepada warga.

Sebanyak 350 paket takjil dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas di depan Kantor Desa Kepanjen. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan di tengah masyarakat selama Ramadan.

Antusiasme warga terlihat tinggi sejak kegiatan dimulai. Sejumlah warga dan pengendara tampak rela mengantre untuk menerima paket takjil. Meski sempat menyebabkan arus lalu lintas sedikit melambat, kegiatan tetap berlangsung tertib dan kondusif.

“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Kondisi di lapangan tetap tertib meskipun sempat terjadi kepadatan karena banyak warga yang datang,” ujar Dimas Mahendra, anggota Sibat Desa Kepanjen yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua Sibat Desa Kepanjen, Haji Muklas, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat. Dari kegiatan kecil seperti ini, semangat gotong royong dapat terus tumbuh dan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial di lingkungan desa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Ia menilai sinergi antara Sibat, pemerintah desa, dan komunitas lokal menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat dalam membangun kepedulian sosial.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat desa.

Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa tersebut meninggalkan kesan positif bagi warga. Aksi sederhana ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun harmoni di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan