Jelajah Sumber Air Sumber Pitu, Perumda Tirta Kanjuruhan Dorong Peran Perempuan dalam Ketahanan Air

yanto
Jelajah Sumber Air Sumber Pitu

MALANG — Komitmen terhadap kelestarian lingkungan sekaligus penguatan kesetaraan gender ditunjukkan Perumda Tirta Kanjuruhan melalui kegiatan Jelajah Sumber Air di kawasan wisata Sumber Pitu, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Air Sedunia 2026 dengan mengusung tema global “Water and Gender: Where Water Flows, Equality Grows.”

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan menelusuri mata air, tetapi juga merepresentasikan upaya nyata dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

Seluruh jajaran manajemen, mulai dari direksi, pengawas internal, hingga unit layanan lapangan dari wilayah Tumpang, Pakis, Jabung, Sawojajar, dan Poncokusumo turut ambil bagian. Kehadiran mereka menjadi bentuk konsolidasi sekaligus penguatan visi pelestarian air di semua lini organisasi.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan air, terutama di tingkat rumah tangga.

“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola air dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya di sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah titik sumber air yang menjadi penopang layanan di wilayah Malang timur. Kegiatan tersebut mencakup observasi debit air untuk memastikan ketersediaan tetap stabil, peninjauan kondisi lingkungan melalui aksi penanaman pohon, serta edukasi kepada masyarakat sekitar terkait pentingnya menjaga kebersihan area sumber air dari sampah dan limbah.

Pendekatan yang diusung dalam kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan kemanusiaan. Perumda Tirta Kanjuruhan berupaya menghadirkan pengelolaan air yang lebih adaptif dengan memasukkan perspektif perempuan sebagai bagian penting dalam strategi keberlanjutan.

Selain kegiatan lingkungan, aksi sosial juga menjadi bagian tak terpisahkan. Perusahaan menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kawasan resapan air. Tak hanya itu, program subsidi pemakaian air sebesar 10 meter kubik (10 m³) diluncurkan khusus bagi pelanggan dari kalangan lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Menurut Syamsul Hadi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan keadilan akses air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Air adalah kebutuhan dasar. Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan akses air bersih,” katanya.

Melalui Jelajah Sumber Air ini, Perumda Tirta Kanjuruhan berharap dapat memperkuat sinergi antarunit layanan sekaligus menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber air. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan bahwa pengelolaan air yang berkeadilan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, termasuk dengan melibatkan perempuan sebagai aktor penting dalam ekosistem tersebut. (//Dim)

Tinggalkan Balasan