Analisis Gempa 5,7 Magnitudo yang Getarkan Aceh Jaya Dipicu Aktivitas Subduksi

Analisis Gempa 5,7 Magnitudo yang Getarkan Aceh Jaya Dipicu Aktivitas Subduksi

Suara Pecari, Aceh Jaya – Gempa bumi dengan kekuatan 5,7 magnitudo mengguncang wilayah Calang, Aceh Jaya, Aceh, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026 pukul 06.37.33 WIB. Gempa ini terjadi di kedalaman 55 kilometer di laut, tepatnya 56 kilometer barat daya Calang.

Fakta Utama Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Episenter gempa tercatat pada koordinat 4,55° Lintang Utara dan 95,08° Bujur Timur. Berdasarkan kedalaman hiposenter dan lokasi episenter, BMKG mengkategorikan gempa ini sebagai gempa dangkal yang berhubungan dengan aktivitas subduksi lempeng.

Baca juga:

Analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik (thrust fault), yang umum terjadi pada zona subduksi.

Dampak Guncangan dan Wilayah Terdampak

Menurut peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan di beberapa wilayah di Aceh dengan intensitas beragam. Guncangan dengan skala IV MMI dirasakan di Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bhakti, Kota Calang di Aceh Jaya, serta Kota Jantho. Pada skala ini, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Selain itu, guncangan dengan skala III MMI dirasakan di Kota Meulaboh, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah dan seperti ada truk yang melintas.

Situasi Terkini dan Imbauan BMKG

Hingga pukul 07.10 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock). BMKG terus memantau aktivitas gempa dan kemungkinan terjadinya gempa susulan serta akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

Baca juga:

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga disarankan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa demi keselamatan.

Konteks Geologi Gempa

Gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng yang merupakan salah satu mekanisme utama terjadinya gempa bumi di wilayah Indonesia, terutama di kawasan barat Sumatra. Zona subduksi ini adalah tempat lempeng Indo-Australia menukik ke bawah lempeng Eurasia, memicu pergerakan sesar naik (thrust fault) yang menghasilkan gempa dangkal seperti yang terjadi di Aceh Jaya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *