BNN dan Bareskrim Gerebek Kelab Malam di PIK, Lima Pengunjung Positif Etomidate

BNN dan Bareskrim Gerebek Kelab Malam di PIK

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri menggelar razia di sebuah kelab malam di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu dini hari (18/10/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menemukan cartridge vape yang diduga mengandung etomidate dan mendapati lima pengunjung positif berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilaporkan.

Operasi dimulai sekitar pukul 00.35 WIB, ketika tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama personel BNN tiba di lokasi. Petugas kemudian memeriksa pengunjung di lantai bawah sebelum melanjutkan pemeriksaan ke sejumlah ruangan di lantai atas.

Baca juga:

Pemeriksaan berlanjut hingga lantai tiga, tepatnya di Room Safir. Di ruangan tersebut, petugas menemukan lima orang yang terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan.

Dari lokasi itu, petugas menemukan cartridge vape yang diduga berisi cairan etomidate. Kelima orang tersebut kemudian menjalani tes urine, dengan hasil yang dilaporkan positif etomidate.

Meski demikian, hasil pemeriksaan awal tersebut perlu ditindaklanjuti melalui proses pendalaman untuk memastikan dugaan penggunaan zat serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Libatkan 462 Personel Gabungan

Razia tersebut dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian bersama Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN, Adri Irniadi.

Sebanyak 462 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Kekuatan personel terdiri atas 146 anggota Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, serta 160 personel BNN.

Pengerahan ratusan personel tersebut menunjukkan skala operasi gabungan yang dilakukan kedua lembaga dalam upaya mengawasi peredaran dan penyalahgunaan zat terlarang di tempat hiburan malam.

Baca juga:

Etomidate Jadi Perhatian dalam Pengawasan Vape

Temuan cartridge yang diduga mengandung etomidate menjadi salah satu fokus dalam operasi tersebut. Etomidate merupakan obat yang digunakan dalam praktik medis sebagai anestesi intravena dan penggunaannya memerlukan pengawasan tenaga kesehatan.

Penggunaan etomidate di luar pengawasan medis berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk gangguan pernapasan dan penurunan kesadaran. Karena itu, dugaan penyalahgunaan zat tersebut perlu ditangani secara hati-hati melalui pemeriksaan dan penegakan hukum yang sesuai.

Razia di PIK ini menjadi bagian dari upaya BNN dan Bareskrim Polri untuk menekan peredaran serta penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya, terutama di lingkungan hiburan malam.

Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kandungan cartridge yang ditemukan, mendalami hasil pemeriksaan terhadap lima pengunjung, serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *