ASDP Siapkan Eks Gudang Pusri Jadi Buffer Zone Pelabuhan Ketapang
BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana menambah area penyangga atau buffer zone untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasi yang dipilih adalah lahan eks gudang Pusri, sekitar dua kilometer di sebelah utara pelabuhan.
Penambahan area penyangga tersebut ditujukan untuk mengurai antrean kendaraan, terutama ketika terjadi lonjakan arus penyeberangan pada periode libur panjang. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa keberadaan buffer zone tambahan menjadi salah satu kebutuhan untuk meningkatkan pengelolaan arus kendaraan menuju pelabuhan.
Sebelum menentukan lokasi, ASDP telah melakukan survei terhadap dua alternatif lahan, yakni milik PTPN di wilayah Wongsorejo dan eks gudang Pusri.
Namun, lahan PTPN dinilai kurang strategis karena berjarak sekitar 14 kilometer dari pelabuhan. Selain itu, lokasi tersebut membutuhkan akses tambahan sepanjang empat kilometer dari jalan raya sehingga dinilai kurang efisien untuk mendukung pengaturan arus kendaraan.
Dengan pertimbangan tersebut, eks gudang Pusri menjadi pilihan yang dinilai lebih dekat dan memungkinkan untuk mendukung operasional penyeberangan.
Penghapusan Aset Eks Gudang Pusri Masih Berproses
Meski telah dipilih sebagai lokasi potensial, pemanfaatan eks gudang Pusri masih menunggu penyelesaian proses administrasi penghapusan aset.
Heru menjelaskan, di atas lahan tersebut masih terdapat bangunan yang perlu diselesaikan status asetnya sebelum area dapat digunakan sesuai peruntukan baru.
Menurut dia, pengajuan proses penghapusan aset telah disampaikan kepada Danantara sejak 2025. Namun, hingga kini proses tersebut belum selesai.
“Kami meminta percepatan proses penghapusan aset,” tegas Heru.
Penyelesaian proses administrasi tersebut menjadi salah satu faktor penting agar lahan eks gudang Pusri dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang.
Ditargetkan Siap Sebelum Libur Natal dan Tahun Baru
ASDP menargetkan area penyangga baru tersebut dapat mulai difungsikan sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Nanti sebelum Natal tahun baru sudah bisa kita gunakan,” ujar Heru.
Selain untuk menampung dan mengatur kendaraan, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas yang disiapkan antara lain toilet, kamar mandi, serta stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM setempat.
Apabila dapat direalisasikan sesuai target, penambahan buffer zone ini diharapkan membantu mengurangi penumpukan kendaraan di jalan menuju pelabuhan, khususnya saat volume penumpang dan kendaraan meningkat pada musim liburan.
Meski demikian, kesiapan operasional kawasan tersebut tetap bergantung pada penyelesaian penghapusan aset dan penyiapan fasilitas yang dibutuhkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










