13,2 Juta Keluarga Terdaftar Dalam Program Perlindungan Sosial Digital

Suara Pecari – Pemerintah Indonesia telah berhasil mendaftarkan sebanyak 13,2 juta keluarga dalam Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital hingga tanggal 23 Oktober 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi seluruh bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat, sehingga proses pendataan dan penyaluran bantuan menjadi lebih efektif dan akurat.

Partisipasi Masyarakat dalam Pemutakhiran Data

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa masyarakat dapat berperan aktif dalam pemutakhiran data Perlindungan Sosial dengan mengajukan usulan maupun sanggahan terhadap data penerima manfaat. Hingga tanggal tersebut, tercatat sebanyak 84.281 sanggahan dan 641.222 usulan masuk dari masyarakat yang bertujuan agar keluarga yang bersangkutan dapat tercatat sebagai penerima manfaat program.

Baca juga:

Partisipasi ini sangat diapresiasi karena menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam memperbaiki data perlindungan sosial, sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

Peran Agen Perlinsos Digital

Kementerian Sosial juga mencatat adanya 816.674 orang yang telah bergabung sebagai agen Perlinsos Digital, yang bertugas membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan penyampaian informasi terkait program Perlindungan Sosial. Agen-agen ini bekerja secara sukarela tanpa menerima bayaran dan tidak diperbolehkan meminta imbalan dari masyarakat.

Komposisi Agen Perlinsos Digital

  • 176.755 agen berasal dari masyarakat umum yang menjadi relawan sukarela.
  • 123.769 pegawai pemerintah daerah, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), camat, dan lurah.
  • 42.018 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
  • 48.712 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa).
  • 29.749 anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
  • 48.676 ketua rukun tetangga dan rukun warga (RTRW).

Menteri Sosial menekankan pentingnya meningkatkan peran ketua RTRW karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat dan menjadi ujung tombak sosialisasi program ini.

Konteks dan Pentingnya Program Perlindungan Sosial Digital

Digitalisasi program bantuan sosial menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan mengurangi potensi penyimpangan. Dengan sistem digital, data penerima manfaat dapat diperbarui secara real time dan masyarakat memiliki akses untuk menyampaikan masukan terkait data tersebut.

Program ini juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial yang menjadi kebutuhan utama terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi dan efektivitas bantuan.

Baca juga:

Dampak dan Perkembangan Program

Dengan keterlibatan lebih dari 800 ribu agen Perlinsos Digital dan partisipasi masyarakat yang aktif dalam pemutakhiran data, pemerintah dapat terus memperbaiki basis data penerima manfaat. Hal ini diharapkan dapat menurunkan desil bantuan sosial dan memastikan keluarga yang benar-benar membutuhkan mendapatkan bantuan yang tepat.

Upaya ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola program perlindungan sosial yang inklusif dan berbasis teknologi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *