Bahlil Ungkap Cadangan Stok Pertalite 16-18 Hari, di Bawah Standar Minimal
Suara Pecari, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa cadangan stok BBM subsidi Pertalite (RON 90) saat ini berada pada kisaran 16 hingga 18 hari operasi, yang mana ini masih di bawah standar minimal nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers di Istana Negara pada Rabu, 14 Oktober 2026, dan kembali dikonfirmasi saat Sidang Kabinet pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Cadangan Stok BBM Nasional
Bahlil menjelaskan bahwa meskipun cadangan Pertalite berada di bawah standar minimal, jenis BBM lainnya, terutama nonsubsidi, masih memiliki cadangan stok yang cukup dan berada di atas standar nasional. Berikut rincian cadangan stok beberapa jenis BBM per tanggal tersebut:
- Pertalite (RON 90): Stok nasional mencapai 1.294.997 kiloliter (KL) dengan penyaluran harian 86.322 KL/hari, ketahanan stok 16-18 hari.
- Pertamax: Stok 436.797 KL, penyaluran harian 19.637 KL/hari, ketahanan stok 22,24 hari.
- Pertamax Turbo: Stok 57.769 KL, penyaluran harian 759 KL/hari, ketahanan stok 76,11 hari.
- Bio Solar: Stok 1.456.854 KL, penyaluran harian 108.144 KL/hari, ketahanan stok 13,47 hari.
- Pertamina Dex: Stok 83.164 KL, penyaluran harian 2.280 KL/hari, ketahanan stok 36,47 hari.
- Avtur: Stok 421.190 KL, penyaluran harian 14.365 KL/hari, ketahanan stok 29,32 hari.
- Minyak Tanah: Stok 29.329 KL, penyaluran harian 1.435 KL/hari, ketahanan stok 20,44 hari.
- LPG: Stok 342.817 metrik ton, penyaluran harian 26.513 metrik ton/hari, ketahanan stok 12,93 hari.
Penyebab Antrean BBM dan Upaya Pengamanan Stok
Bahlil menegaskan bahwa antrean BBM yang terjadi secara masif, khususnya di Bali, bukan disebabkan oleh kurangnya cadangan nasional, melainkan karena kendala distribusi. Contohnya, keterlambatan pengiriman kapal tanker dari Jawa Timur menyebabkan kosongnya pasokan BBM di SPBU Bali. Saat ini, stok BBM di Bali sudah mencapai ketahanan selama 12 hari operasi.
Selain itu, Bahlil mengantisipasi kendala logistik akibat pendangkalan sungai yang terjadi di beberapa wilayah, seperti Kalimantan dan Papua (terutama di Asmat). Pendangkalan ini menyebabkan perubahan rute pengiriman dari laut ke darat, sehingga berpotensi memperlambat distribusi BBM.
Strategi Pengadaan dan Impor Energi
Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) telah menetapkan mekanisme pengadaan seluruh crude oil, BBM, dan LPG secara Government to Government (G to G) menggunakan Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan pasokan energi nasional.
Bahlil juga menyampaikan bahwa impor solar telah dihentikan, khususnya solar 48, dan hanya sebagian solar CN 51 yang masih diimpor. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Kesimpulan
Cadangan stok Pertalite yang berada di bawah standar minimal menjadi perhatian pemerintah, namun secara keseluruhan, cadangan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan memadai. Pemerintah terus melakukan pengawasan distribusi dan pengadaan energi agar pasokan BBM tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia, memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa gangguan berarti.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










