Relawan Gugur Korban Karhutla Bromo Jadi 6 Orang, Ini Nama-namanya

Suara Pecari, Probolinggo – Jumlah relawan yang gugur dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini bertambah menjadi enam orang. Kejadian tragis ini terjadi sejak kebakaran melanda kawasan konservasi tersebut mulai 15 Oktober 2026 lalu.

Daftar Relawan yang Gugur

Korban terakhir yang meninggal dunia adalah Suraji (40), seorang petugas keamanan hotel yang juga bertindak sebagai relawan pemadam api di lokasi kebakaran. Suraji menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr Soetomo Surabaya setelah mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar serius saat berusaha memadamkan api di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo.

Baca juga:

Sebelumnya, lima relawan dan petugas gabungan telah gugur saat berjuang memadamkan api di titik Pusung Lingker. Mereka adalah:

  • Sukaris (55), petugas dari TNBTS
  • Hendra Rony Wagiyanta (33), petugas dari TNBTS
  • Wisnu Yuda Pratama (25), karyawan hotel di sekitar area karhutla
  • Sefriel Ardiansyah (19), karyawan hotel di sekitar area karhutla
  • Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP)

Kondisi dan Upaya Pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan TNBTS merupakan peristiwa yang memprihatinkan karena melibatkan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi. Upaya pemadaman dilakukan oleh gabungan petugas dari Balai Besar TNBTS, relawan, dan masyarakat setempat.

Suraji dan para relawan lain berjuang keras memadamkan api yang membakar lahan di kawasan yang dikenal dengan Resort Tengger Laut Pasir dan Pusung Lingker. Meskipun berupaya maksimal, api yang cepat meluas menyebabkan kondisi berbahaya sehingga beberapa petugas harus mendapatkan perawatan medis serius.

Duka dan Penghormatan

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Suraji dan seluruh relawan yang gugur. Ia menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan ini sangat berarti dalam menjaga kawasan konservasi dari kerusakan yang lebih parah.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan dukungan terhadap petugas dan relawan yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan konservasi yang rawan kebakaran.

Konteks Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo

Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah berlangsung sejak pertengahan Oktober 2026. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam sekaligus habitat penting bagi flora dan fauna yang dilindungi.

Baca juga:

Upaya penanggulangan karhutla melibatkan berbagai instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menambah dukungan dengan water bombing dan peralatan lainnya untuk mempercepat pemadaman api.

Dampak dan Perkembangan Terbaru

Kebakaran ini menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup luas dan menimbulkan korban jiwa di kalangan relawan dan petugas. Pemerintah dan instansi terkait terus melakukan evaluasi dan perbaikan prosedur agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Selain itu, perhatian publik dan dukungan terhadap para petugas pemadam kebakaran hutan semakin meningkat sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan mereka.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *