TKD Tambahan Dukung Arahan Kasatgas PRR Lewat Revitalisasi Drainase Deli Serdang

Suara Pecari, Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah merealisasikan penggunaan dana Tambahan Transfer ke Daerah (TKD Tambahan) untuk merevitalisasi saluran drainase strategis sebagai tindak lanjut arahan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Langkah ini bertujuan mengantisipasi bencana banjir, memperkuat struktur jalan, dan mempercepat pemulihan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

TKD Tambahan merupakan alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta menangani kebutuhan mendesak lainnya.

Baca juga:

Proyek Revitalisasi Drainase Strategis di Deli Serdang

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau dua lokasi utama proyek pembangunan drainase sebagai bagian dari upaya mitigasi dan penanganan bencana secara komprehensif.

1. Ruas Jalan Metrologi-Batang Kuis, Desa Bandar Setia

Peninjauan pertama dilakukan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Jalan Metrologi-Batang Kuis, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan. Proyek ini mencakup pembangunan drainase sepanjang 1,7 kilometer dengan ukuran lebar 80 cm dan kedalaman 1 meter di sisi kiri jalan.

  • Pembangunan dibiayai melalui TKD Tambahan 2026 sebesar Rp 2,1 miliar.
  • Dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang.
  • Pengerjaan dimulai Juli 2026 dan ditargetkan selesai November 2026.
  • Saat ini progres pembangunan mencapai 90 persen, memasuki tahap finishing.

Penanganan proyek ini sangat penting karena pada banjir tahun sebelumnya, area ini terdampak sekitar 1.800 kepala keluarga. Sebelum revitalisasi, saluran drainase yang ada masih berupa drainase alami yang kecil dan mudah tersumbat, sehingga menyebabkan genangan air yang mengganggu aktivitas warga dan merusak jalan.

2. Jalan Simpang Lonceng-Ujung Lingga, Desa Lau Bakeri

Peninjauan kedua dilakukan pada Senin, 19 Oktober 2026, bersama Pemerintah Desa Lau Bakeri di lokasi pembangunan drainase Jalan Simpang Lonceng menuju Ujung Lingga, Kecamatan Kutalimbaru. Proyek ini juga merupakan bagian dari strategi mitigasi banjir dan pemulihan wilayah terdampak.

Manfaat dan Dampak Revitalisasi Drainase

Revitalisasi drainase strategis ini bertujuan untuk:

Baca juga:
  • Mengurangi risiko banjir di wilayah permukiman padat penduduk.
  • Melindungi struktur jalan agar lebih tahan lama dari kerusakan akibat genangan air.
  • Mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Dengan adanya saluran drainase yang lebih baik, potensi terjadinya genangan air dapat diminimalisir, sehingga kualitas infrastruktur jalan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Konteks dan Upaya Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Program revitalisasi drainase ini merupakan bagian dari arahan Satgas PRR yang dipimpin oleh Tito Karnavian untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera Utara. Pendanaan melalui TKD Tambahan memberikan dukungan fiskal yang cukup bagi pemerintah daerah dalam menangani kebutuhan mendesak akibat dampak bencana.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, BPBD, dan dinas terkait, diharapkan revitalisasi infrastruktur ini dapat memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *