Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Tel Aviv, Lebih dari 100 Warga Terluka
Suara Pecari – 03 April 2026 | Iran meluncurkan tiga salvo rudal balistik ke wilayah Tel Aviv pada awal April 2026, menewaskan setidaknya dua belas orang dan melukai lebih dari seratus warga sipil.
Rudal‑rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome dan menghantam permukiman Petah Tikva, Bnei Brak, serta Rosh Haayin.
Militer Israel melaporkan bahwa sekitar dua puluh rudal diluncurkan antara 1 dan 2 April, beberapa di antaranya dilengkapi hulu ledak klaster.
Pasukan Pertahanan Israel berhasil menumbangkan mayoritas proyektil, namun sejumlah rudal yang lolos menghasilkan ledakan keras yang terdengar di seluruh kota.
Korban tewas meliputi enam anak-anak dan dua wanita lanjut usia, sementara lebih dari seratus orang lainnya dirawat karena luka akibat pecahan dan kebakaran.
Rekaman video yang beredar di kanal Telegram Ramreports dan Hotnews, dan telah diverifikasi oleh Al Jazeera, menampilkan rudal menembus Iron Dome lalu meledak di area pemukiman.
Video tersebut juga memperlihatkan beberapa rudal tiba secara berurutan dalam waktu singkat, menandakan koordinasi serangan yang terencana.
Juru bicara militer Iran menyatakan serangan itu sebagai balasan atas operasi gabungan AS‑Israel pada 28 Februari 2026.
Dia menegaskan Iran akan terus membalas setiap agresi yang mengancam kepentingan nasionalnya.
Pemerintah Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya di kawasan Timur Tengah.
Perdana Menteri Israel menyebut insiden ini pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan berjanji akan memberikan respons tegas.
Angkatan Udara Israel melakukan serangan udara terhadap lokasi dugaan peluncuran rudal Iran di Suriah pada malam yang sama.
Para analis di Institute for the Study of War mencatat pola rudal tersebut mirip dengan uji coba balistik Iran sebelumnya.
Lembaga tersebut memperkirakan Iran telah menembakkan antara sepuluh hingga lima belas rudal per hari dalam beberapa minggu terakhir untuk menekan Israel.
Pengamat regional memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi melibatkan aktor lain, meningkatkan ketidakstabilan kawasan.
Para pemimpin politik Lebanon menyatakan keprihatinan atas kemungkinan dampak spillover ke wilayah mereka.
PBB menyerukan penurunan ketegangan segera dan menekankan pentingnya perlindungan warga sipil.
Kelompok kemanusiaan melaporkan rumah sakit di Tel Aviv beroperasi pada kapasitas penuh, menangani puluhan korban luka ledakan.
Petugas darurat melaporkan pemadaman listrik di beberapa distrik setelah ledakan mengganggu jaringan distribusi.
Menjelang malam, pasukan keamanan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi, sementara jalur diplomatik berupaya mencegah konflik lebih lanjut.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






