Menkes Ungkap Dokter Muda Sulit Dapat Tempat Praktik: Izin Dikuasai Senior [titlebase]
Suara Pecari | Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap krisis sistem kedokteran di Indonesia, termasuk kesulitan dokter muda dalam memperoleh izin praktik. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Budi menyebut praktik yang tidak merata disebabkan oleh dominasi dokter senior yang menguasai Surat Izin Praktik (SIP) di berbagai fasilitas kesehatan. “Kalau kita bisa mendistribusikan ini dengan lebih baik, itu sebabnya kan ada dokter yang SIP-nya tiga, ada dokter muda mau masuk enggak bisa karena SIP-nya sudah terisi oleh dokter-dokter yang lama,” kata Budi.
Menkes menyoroti bahwa sistem ini memperlebar kesenjangan pendapatan. Dokter senior yang mengelola beberapa SIP bisa memperoleh penghasilan hingga miliaran rupiah per bulan, sementara dokter muda hanya mendapatkan gaji minim. “Padahal dokter-dokter yang lama itu mungkin kerjanya enggak penuh di rumah sakit,” jelasnya. Menurut Budi, ini tidak hanya merugikan dokter muda, tetapi juga memperberat beban kerja tenaga medis di daerah-daerah yang kekurangan dokter.
Krisis jumlah dokter juga terjadi di wilayah terpencil seperti Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Budi mengungkap hanya 5 dari 17 puskesmas di daerah tersebut memiliki dokter. “Kemarin kita kedatangan Bupati Mamberamo Raya tidak ada satu pun dokter spesialis di sana. Dokter giginya nol puskesmasnya,” katanya. Kondisi ini menyebabkan beban kerja dokter yang tersedia sangat tinggi, bahkan intern dokter sering digunakan untuk menggantikan tenaga medis di rumah sakit daerah.
Permasalahan ini diakui Budi sebagai pekerjaan rumah besar pemerintah. Ia menegaskan bahwa reformasi sistem distribusi tenaga kesehatan, termasuk transparansi pemberian SIP, menjadi prioritas. “Ketimpangan-ketimpangan ini juga kita amati. Dan itu yang pelan-pelan harus kita tata,” ujarnya. Selain itu, isu bullying di lingkungan medis juga menjadi perhatian, mengingat tekanan ekstrem yang dialami dokter karena beban kerja.
Menkes berkomitmen untuk mengidentifikasi akar masalah secara mendalam. Ia menyebut pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah regulasi agar sistem kesehatan lebih adil, dengan memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Namun, Budi mengakui tantangan ini membutuhkan koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan lembaga penyedia pendidikan kedokteran.
Kritik terhadap sistem saat ini juga muncul dari reaksi masyarakat. Banyak dokter muda mengeluhkan tidak adanya kesempatan untuk membangun kariernya. “Ini bukan cuma soal izin, tapi juga akses ke fasilitas pelatihan dan keterlibatan dalam sistem klinis,” ungkap seorang dokter muda di Jakarta. Tanpa perubahan struktural, Budi memperkirakan Indonesia akan terus kehilangan tenaga medis potensial ke luar negeri atau menutup praktik karena kelelahan.
Kesimpulan dari pemaparan Menkes dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa transformasi sistem kedokteran harus segera dilakukan. Dengan pendekatan holistik—mulai dari produksi tenaga medis, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan—Indonesia berharap bisa mengatasi krisis yang telah lama menghambat pelayanan kesehatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.

![Menkes Ungkap Dokter Muda Sulit Dapat Tempat Praktik: Izin Dikuasai Senior [titlebase]](https://suarapecari.com/wp-content/uploads/2026/06/menkes-ungkap-dokter-muda-sulit-dapat-tempat-praktik-izin-dikuasai-senior-titlebase.webp)










