AFC Perluas ACL Elite Jadi 32 Tim Mulai Musim 2026/27, Peluang Persib Bandung Meningkat
Suara Pecari – 15 April 2026 | AFC resmi mengumumkan ekspansi AFC Champions League Elite (ACL Elite) dari 24 menjadi 32 tim mulai musim 2026/27. Langkah ini diambil untuk memperluas partisipasi klub- klub Asia dan meningkatkan standar kompetisi.
Jumlah tim baru dibagi rata antara zona Barat dan Timur, masing‑masing 16 klub. Struktur fase grup tetap memakai model Swiss, namun kini lebih ketat dalam menentukan tim yang melaju ke fase gugur.
Enam tim teratas dari setiap zona akan otomatis melaju ke babak 16 besar, sementara peringkat 7‑10 harus bertarung di playoff untuk memperoleh empat tiket tambahan. Penyelenggaraan playoff tidak akan diterapkan pada musim 2026/27 karena jadwal kompetisi yang padat, namun direncanakan pada musim‑musim berikutnya.
Pengaturan ini meniru format Liga Champions Eropa, dengan tujuan menambah intensitas kompetitif dan memberikan penghargaan kepada tim berperingkat tinggi lewat keunggulan kandang. AFC menegaskan bahwa penambahan slot merupakan bagian dari komitmen inklusivitas dan kualitas.
Untuk klub Indonesia, perubahan ini membuka peluang baru. Koefisien liga Indonesia naik ke posisi kesembilan di zona Timur, menempel pada Vietnam dan Singapura berkat performa Persib Bandung dan Dewa United di kompetisi Asia.
Menurut data alokasi AFC, Indonesia menempati peringkat ke‑11 zona Timur, yang belum menjamin slot otomatis ke ACL Elite. Namun, peningkatan koefisien memungkinkan satu slot langsung atau setidaknya jalur playoff di ACL Two.
Jika Persib berhasil meraih gelar Super League musim ini, kemungkinan mereka akan mendapatkan hak masuk langsung ke fase grup ACL Elite. Ini akan menjadi comeback pertama klub Indonesia sejak 1995, ketika Persib mencapai perempat final kompetisi tertinggi Asia.
Pengurus Persib menanggapi optimisme tersebut dengan hati‑hati. “Kami fokus pada performa di liga domestik, namun perubahan format AFC memberi kami peluang lebih besar untuk bersaing di panggung Asia,” ujar manajer tim.
Pihak AFC menegaskan bahwa meski format baru akan diterapkan pada 2026/27, fase playoff belum akan dimasukkan pada musim itu karena kepadatan kalender global. Kebijakan ini akan dievaluasi setelah satu atau dua musim beroperasi.
Para analis sepak bola menilai bahwa peningkatan jumlah tim akan menurunkan ambang masuk bagi klub-klub tengah, namun meningkatkan persaingan bagi tim elit. “Lebih banyak slot berarti lebih banyak kesempatan, namun standar kompetitif tetap tinggi,” kata seorang pakar.
Dalam konteks regional, klub‑klub dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Jepang diperkirakan akan memanfaatkan slot tambahan untuk menegaskan dominasi mereka. Persaingan di zona Timur diproyeksikan semakin ketat dengan masuknya klub‑klub baru.
Persib Bandung, yang baru saja menamatkan pertandingan ACL Two melawan Ratchaburi FC, menunjukkan tekad kuat meski tersingkir akibat agregat gol. Pertandingan tersebut menegaskan kualitas tim dalam menghadapi lawan asing.
Jika Persib berhasil mengamankan tiket ke ACL Elite, mereka akan mendapatkan keuntungan bermain di kandang sendiri pada fase grup, mengingat aturan baru memberikan prioritas kepada tim berperingkat tinggi.
Komite kompetisi AFC menambahkan bahwa penambahan 16 klub per musim akan meningkatkan nilai komersial turnamen, menarik sponsor, dan memperluas jangkauan siaran televisi di seluruh Asia.
Sejumlah pihak mengkritik penundaan penerapan playoff, menganggap hal itu mengurangi nilai kompetitif pada musim transisi. Namun AFC menegaskan keputusan itu bersifat sementara.
Di tingkat domestik, Liga Indonesia terus berupaya meningkatkan standar operasional agar klubnya memenuhi syarat AFC. Persib dan Dewa United menjadi contoh klub yang berinvestasi pada infrastruktur dan akademi.
Para pengamat menyoroti pentingnya konsistensi performa di level regional untuk mempertahankan atau meningkatkan koefisien liga. Tanpa hasil yang solid, slot tambahan bisa hilang pada evaluasi berikutnya.
Dengan format 32 tim, ACL Elite diperkirakan akan menampilkan lebih banyak laga menegangkan, meningkatkan daya tarik penonton di stadion dan platform digital. Ini sejalan dengan strategi AFC untuk menjadikan kompetisi klub Asia lebih kompetitif secara global.
Kesimpulannya, ekspansi ACL Elite membuka pintu bagi Persib Bandung dan klub Indonesia lainnya, namun keberhasilan tetap bergantung pada hasil di kompetisi domestik dan kinerja di panggung Asia.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







