Luka Modric Malu Kroasia Hancur Lebur di Nations League, Berjuang Bangkit di AC Milan
Suara Pecari – Luka Modric menyatakan rasa malu yang mendalam setelah tim nasional Kroasia mengalami kekalahan telak di UEFA Nations League musim 2026-2027, termasuk kekalahan 7-0 dari Inggris. Sebagai kapten dan pemain veteran, Modric mengakui kekecewaannya terhadap penampilan Kroasia yang hanya meraih satu kemenangan dari empat laga.
Kekecewaan Luka Modric atas Penampilan Kroasia
<pModric, yang telah membela Kroasia selama hampir dua dekade, merasa bertanggung jawab atas kondisi tim. Ia menyoroti minimnya agresivitas, semangat, dan disiplin yang menjadi penyebab utama hasil buruk tersebut. Kekalahan besar dari Inggris menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi Modric, yang mengaku belum pernah merasa malu seperti itu sepanjang kariernya di tim nasional.
“Sulit menemukan penjelasan untuk penampilan seperti itu tanpa pelanggaran, agresivitas, dan semangat tim. Sudah 20 tahun saya di sini, dan untuk pertama kalinya saya merasa malu setelah sebuah pertandingan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi cara tim menyerah sangat jauh dari standar yang selama ini dibangun Kroasia.
Tantangan Modric di AC Milan
Selain menghadapi kekecewaan bersama timnas, Modric juga mengalami perubahan dalam karier klubnya di AC Milan. Setelah memperbarui kontrak pasca-Piala Dunia 2026, Modric tidak lagi menjadi pilihan utama secara otomatis. Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menyampaikan bahwa kesempatan bermain Modric akan disesuaikan dengan kebutuhan taktik dan kondisi pertandingan.
Hal ini menandai fase adaptasi bagi Modric dalam menghadapi peran yang mulai berubah di klubnya. Ia harus menyesuaikan diri dengan pola permainan baru dan persaingan posisi yang lebih ketat.
Harapan untuk Bangkit
Modric berharap dapat mengubah rasa kecewa dari kegagalan Kroasia menjadi motivasi untuk menunjukkan kualitas terbaiknya di level klub. Dengan pengalaman dan semangat yang dimilikinya, ia bertekad bangkit dan memberikan kontribusi positif bagi AC Milan di musim mendatang.
Situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi pemain veteran dalam mempertahankan performa dan peran di tengah dinamika sepak bola modern yang terus berkembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










