Musda XI Golkar Banyuwangi Tetap Berjalan Lancar Meski Sempat Diwarnai Polemik Internal

Ketua terpilih Eva Hestiyawati saat mengucap janji setia Musda XI DPD Partai Golkar Banyuwangi mengikuti sidang musyawarah di Hotel Santika. Sumber Foto (Dok suarapecari)

BANYUWANGI. Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi yang digelar di Ballroom Ijen 2 Hotel Santika berlangsung lancar dan kondusif. Agenda strategis partai tersebut tetap terlaksana meski sebelumnya sempat diwarnai dinamika dan perbedaan pandangan di internal organisasi.

Musda XI menjadi forum konsolidasi penting bagi Partai Golkar Banyuwangi dalam menentukan arah kepemimpinan dan penguatan struktur partai ke depan. Sejumlah pengurus, kader, serta perwakilan struktur partai dari berbagai tingkatan hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selasa (30/12/2025).

Dalam Musda tersebut, Eva Hestiyawati, S.E. ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi. Penetapan dilakukan melalui mekanisme musyawarah yang disepakati peserta Musda.

Menjelang pelaksanaan Musda, dinamika internal sempat mencuat. Sejumlah kader menyuarakan keberatan terkait tahapan penjaringan dan verifikasi bakal calon ketua, termasuk soal dukungan serta mekanisme pleno. Perbedaan pandangan tersebut memunculkan diskusi internal yang cukup intens.

Ketua terpilih Eva Hestiyawati menegaskan bahwa kepemimpinan Golkar Banyuwangi ke depan akan diarahkan pada penguatan kaderisasi yang berkelanjutan serta keterbukaan organisasi.

“Golkar tidak boleh hanya hadir saat pemilu. Partai harus terus bekerja bersama masyarakat, hadir dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur H. Ali Mufthi dalam arahannya mengajak seluruh kader untuk menyikapi dinamika internal dengan kedewasaan berpolitik.

“Dinamika itu biasa. Yang tidak boleh adalah perpecahan. Golkar harus tetap solid, karena kekuatan partai ada pada kebersamaan dan kualitas kadernya,” tegas Ali Mufthi.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan dalam partai tidak hanya soal jabatan, tetapi tentang pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Partai ini dibesarkan bukan oleh uang semata, tetapi oleh ilmu, integritas, dan kehadiran kader di tengah masyarakat dalam situasi apa pun,” ujarnya.

Ali Mufthi menambahkan bahwa konsolidasi pasca-Musda akan menjadi fokus utama untuk memastikan seluruh struktur partai kembali solid dan siap menjalankan agenda organisasi.

“Setelah Musda, tidak ada lagi sekat. Semua harus bergerak bersama, membangun partai dengan kerja nyata dan pengabdian,” tambahnya.

Dengan berakhirnya Musda XI, Partai Golkar Banyuwangi diharapkan mampu menutup seluruh perbedaan pandangan internal dan melangkah ke depan dengan semangat kebersamaan, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan