Damkarmat Banyuwangi Selamatkan Sapi Terperosok di Sumur 12 Meter

Damkarmat Banyuwangi Selamatkan Sapi Terperosok di Sumur 12 Meter

Suara Pecari – 03 April 2026 | Tim Damkarmat Banyuwangi berhasil mengevakuasi seekor sapi yang terjatuh ke sumur sekitar 12 meter di Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari pada Jumat 3 April. Hewan tersebut milik petani setempat bernama Paidi dan berhasil diangkat dalam keadaan hidup.

Insiden dilaporkan ke call center Damkarmat sekitar pukul 08:37 WIB, memicu pengiriman cepat Regu Brama 3 ke lokasi. Tim tiba pada pukul 09:11 WIB dan segera melakukan penilaian situasi.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi, Salam Bikwanto, menjelaskan bahwa langkah pertama adalah menurunkan debit air di dalam sumur untuk menciptakan kondisi kerja yang lebih aman. Mesin pompa diposisikan untuk mengeluarkan air, sehingga level air berkurang dan sapi terlihat jelas.

Setelah air surut, petugas mengikat tubuh sapi dengan tali karmantel yang kuat, menghindari tekanan pada kaki dan punggung hewan. Tali kemudian dihubungkan ke sistem hand winch yang dipasang pada tripod khusus.

Winch dioperasikan secara manual, memungkinkan tim mengangkat sapi secara perlahan sambil menjaga keseimbangan dan kontrol. Selama proses naik, petugas terus memantau kondisi hewan dan menyesuaikan ketegangan tali bila diperlukan.

Evakuasi berlangsung lebih dari satu jam, dimulai pukul 09:15 WIB dan selesai pada pukul 10:16 WIB ketika sapi mencapai permukaan. Sesampainya di tepi sumur, sapi diperiksa singkat untuk memastikan tidak ada cedera.

Setelah dipastikan sehat, sapi langsung diserahkan kembali kepada pemiliknya, Paidi, yang mengungkapkan rasa lega dan terima kasih. “Kami sangat bersyukur, sapi kami selamat berkat bantuan tim Damkarmat,” katanya.

Tim penyelamat kemudian menurunkan peralatan dan kembali ke markas untuk debriefing. Operasi ini menegaskan kesiapan unit serta efektivitas prosedur standar dalam menangani kejadian terkait air.

Pihak berwenang setempat memuji koordinasi antara call center, tim penyelamat, dan relawan masyarakat yang membantu mengamankan area. Insiden ini menekankan pentingnya pelaporan cepat dan ketersediaan sarana penyelamatan khusus di daerah pedesaan Banyuwangi.

Para ahli mencatat bahwa sumur dengan kedalaman lebih dari sepuluh meter menimbulkan risiko tinggi bagi ternak dan memerlukan perlengkapan khusus seperti winch, tripod, dan tali berdaya tahan tinggi. Pencegahan seperti penutupan sumur dapat menurunkan potensi kejadian serupa.

Damkarmat Banyuwangi berencana mengadakan sosialisasi tambahan untuk mengedukasi petani mengenai keselamatan sumur serta mendorong pemasangan pelindung. Agen juga berupaya meninjau kembali waktu respons demi mempertahankan atau meningkatkan performa saat ini.

Keberhasilan evakuasi ini menambah catatan positif lembaga dalam menangani berbagai situasi darurat, mulai dari bencana alam hingga penyelamatan hewan, memperkuat peranannya sebagai institusi keselamatan publik utama di wilayah tersebut. Insiden berakhir tanpa korban, dan sapi yang diselamatkan kini kembali merumput di bawah perawatan pemiliknya.

Tinggalkan Balasan