Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Tembus Rp2,922 Juta per Gram pada 2 April 2026

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Tembus Rp2,922 Juta per Gram pada 2 April 2026

Suara Pecari – 03 April 2026 | PT Aneka Tambang (Antam) mencatat harga jual emas per gram sebesar Rp2.922.000 pada perdagangan Kamis, 2 April 2026, naik Rp20.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Data tersebut diambil dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 08.45 WIB, menandai kenaikan dari Rp2.902.000 per gram pada sesi perdagangan sebelumnya.

Harga beli kembali (buyback) juga mengalami peningkatan, tercatat Rp2.637.000 per gram, naik Rp50.000 dari level Rp2.587.000.

Transaksi jual beli emas Antam tetap dikenai pajak penghasilan Pasal 22 sesuai PMK No.34/PMK.10/2017, dengan tarif pembelian 0,25% bagi pembeli yang mencantumkan NPWP.

Penjualan kembali emas dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non‑NPWP, dipotong langsung oleh Antam.

Berbagai ukuran produk batangan Antam dipasarkan pada harga dasar yang sama, misalnya 5 gram seharga Rp14,385 juta, 10 gram Rp28,715 juta, 25 gram Rp71,662 juta, dan 50 gram Rp143,245 juta.

Ukuran lebih besar seperti 100 gram dihargai Rp286,412 juta, 250 gram Rp715,765 juta, 500 gram Rp1.431,320 juta, serta 1.000 gram mencapai Rp2,862.6 miliar.

Ukuran terkecil, 0,5 gram, dijual Rp1,511 juta, menegaskan kisaran harga yang konsisten di semua kategori ukuran.

Harga jual belum termasuk pajak, sehingga konsumen harus menambahkan beban PPh 22 pada total pembelian.

Dalam konteks global, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$4.790,29 per ons pada sesi pagi, dipicu melemahnya dolar AS.

Kontrak berjangka emas Amerika juga naik tipis 0,1% menjadi US$4.816,1 per ons, menambah sentimen bullish di pasar internasional.

“Harga emas Antam tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujar seorang analis pasar logam mulia yang tidak disebutkan namanya.

Analisis tersebut menekankan bahwa pergerakan dolar dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama penguatan harga logam mulia.

Kenaikan harga Antam pada awal April mencerminkan tren permintaan investasi emas yang meningkat, terutama di kalangan investor ritel.

Data historis menunjukkan rekor tertinggi harga Antam tercapai pada 29 Januari 2026, yaitu Rp3.168.000 per gram.

Buyback tertinggi tercatat pada hari yang sama, mencapai Rp2.989.000 per gram, menandakan likuiditas pasar yang tinggi.

Perbandingan dengan harga sebelumnya mengungkap kenaikan kumulatif Rp95.000 dalam dua hari terakhir, menandakan momentum bullish.

Investor disarankan memperhatikan faktor pajak dalam perencanaan investasi, mengingat potensi pemotongan langsung pada transaksi buyback.

Pemerintah melalui PMK No.38 Tahun 2023 memberikan insentif berupa tarif pajak yang lebih rendah bagi pembeli yang melaporkan NPWP.

Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi publik dalam pasar logam mulia dan meningkatkan transparansi perpajakan.

Secara makroekonomi, kenaikan harga emas mencerminkan persepsi risiko yang tinggi, dimana investor beralih ke aset safe‑haven.

Penurunan nilai dolar AS memperkuat daya beli emas dalam mata uang lokal, meningkatkan permintaan domestik.

Kondisi geopolitik yang belum stabil di Timur Tengah menambah tekanan pada pasar komoditas, memperkuat tren naik emas.

Pembelian emas Antam melalui jaringan butik resmi atau platform digital tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.

Transaksi digital kini didukung oleh regulasi yang mengatur keamanan data dan kepatuhan pajak.

Antam terus memperluas jaringan penjualannya, termasuk kerja sama dengan bank dan lembaga keuangan untuk mempermudah akses konsumen.

Secara keseluruhan, harga Antam pada 2 April 2026 mencerminkan kombinasi faktor domestik dan internasional yang mendukung kenaikan nilai logam mulia.

Investor diharapkan menilai risiko dan manfaat secara cermat sebelum menambah posisi dalam portofolio emas.

Kondisi pasar yang dinamis menuntut pemantauan terus‑menerus terhadap harga, kebijakan pajak, dan faktor eksternal.

Dengan dukungan kebijakan fiskal dan kondisi pasar global yang mendukung, emas Antam diperkirakan tetap menjadi instrumen investasi yang menarik dalam jangka pendek maupun menengah.

Tinggalkan Balasan