SDN II Gandawesi Majalengka Jadi Sorotan: Kondisi Kusam di Samping Dapur MBG, Pemerintah Prioritaskan Perbaikan
Suara Pecari – 15 April 2026 | Foto SDN II Gandawesi yang menampilkan bangunan kusam berdampingan dengan dapur MBG baru menjadi viral di media sosial, memicu perhatian publik.
Sekolah tersebut terletak di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dengan cat yang pudar, coretan vandalisme, dan eksterior yang minim perawatan, kontras jelas dengan dapur modern di sampingnya.
Perbedaan visual ini memicu perbincangan daring tentang ketimpangan fasilitas dalam satu kompleks pendidikan.
Kepala Sekolah Nina Sophia menanggapi dengan meminta masyarakat melihat isu ini secara konstruktif, sekaligus menyatakan permohonan renovasi telah diajukan sebelum ia menjabat.
Ia menjelaskan bahwa usulan perbaikan ruang kelas rusak diajukan pada 9 Maret 2026 dan Dinas Pendidikan Kabupaten sudah mengambil langkah selanjutnya.
Dinas Pendidikan melakukan pengukuran tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan sebelum libur Lebaran sebagai bagian dari penilaian awal.
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan bahwa SDN II Gandawesi masuk dalam program prioritas perbaikan tahun ini.
Umar menambahkan bahwa dinas terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pendanaan dan dukungan teknis.
Pihak Kementerian Pendidikan telah dihubungi dan merencanakan verifikasi lapangan dalam waktu dekat.
Selain itu, sekolah diperkirakan akan menerima manfaat dari program revitalisasi sekolah nasional dan bantuan presiden yang dialokasikan untuk tahun 2026.
Baik otoritas daerah maupun pusat menilai renovasi ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Dinas Pendidikan telah menyelaraskan kebutuhan sekolah dengan agenda revitalisasi nasional melalui koordinasi intensif.
Pekerjaan perbaikan akan mencakup pengecatan ulang eksterior, perbaikan jendela pecah, dan perbaikan atap ruang kelas yang rusak, menurut pejabat terkait.
Nina Sophia menegaskan bahwa komunitas sekolah tetap optimis dan konstruksi tidak akan mengganggu proses belajar mengajar yang sedang berjalan.
Orang tua siswa menyatakan rasa lega karena pemerintah mengakui permasalahan sekolah dan bergerak menuju solusi konkret.
Laporan media lokal juga menyoroti bahwa gambar viral mengungkap kesenjangan infrastruktur di sekolah-sekolah pedesaan Jawa Barat secara lebih luas.
Pakarnya berpendapat bahwa ketimpangan fasilitas dapat memengaruhi motivasi dan hasil belajar, menegaskan pentingnya investasi yang merata.
Dinas Pendidikan Majalengka berencana memantau perkembangan renovasi dan menyampaikan pembaruan berkala tentang jadwal kerja.
Pemimpin komunitas setempat berjanji membantu tugas perawatan ringan sementara pekerjaan besar terus berlangsung.
Kasus ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat mempercepat respons pemerintah terhadap masalah infrastruktur lokal.
Saat ini, jadwal renovasi sedang disusun dengan target selesai sebelum akhir tahun ajaran 2026.
Upaya gabungan antara pejabat daerah, Kementerian, dan dana bantuan presiden diharapkan mengembalikan kondisi fasilitas sekolah ke standar yang dapat diterima.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kelalaian yang terlihat publik dapat memicu tindakan kebijakan yang cepat.
Dengan rencana perbaikan yang sedang berjalan, siswa SDN II Gandawesi diproyeksikan akan menikmati lingkungan belajar yang lebih baik dalam waktu dekat.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







