Bupati Ipuk Mulai Tradisi Bike to Work Dukung Efisiensi Energi di Banyuwangi

fitron al jaelani
Bupati Ipuk Mulai Tradisi Bike to Work Dukung Efisiensi Energi di Banyuwangi

Suara Pecari – 15 April 2026 | Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memulai tradisi bersepeda ke kantor pada Rabu, 1 April, sebagai respons kebijakan efisiensi energi yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan penghematan energi nasional akibat konflik yang memengaruhi pasokan minyak di Timur Tengah.

Ia berangkat dari rumah dinas di Kelurahan Kebalenan menuju kantor Pemerintah Kabupaten di Jalan A. Yani menggunakan sepeda, menempuh jarak pendek yang dianggap cocok untuk mobilitas harian di kawasan perkotaan.

Sesampainya di kantor, Bupati melanjutkan kegiatan kerja seperti biasa, namun tetap berada di atas sepeda, menunjukkan bahwa aktivitas administratif tidak terganggu. Ia menyatakan bahwa bersepeda tidak mengganggu produktivitas dan memberi kesempatan berinteraksi lebih dekat dengan staf.

Pada siang harinya, Ipuk kembali mengayuh sepeda untuk meninjau proyek pembangunan perpustakaan baru di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Rute tersebut melewati jalan utama dan gang‑gang kecil, memperlihatkan kondisi lalu lintas serta infrastruktur setempat.

Kehadiran Bupati dengan sepeda menarik perhatian warga yang menyapa sepanjang perjalanan, menciptakan suasana akrab antara pejabat dan masyarakat. Interaksi tersebut dianggap meningkatkan kedekatan pejabat dengan warga dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

“Teman‑teman semua belum jalan, tapi kami hanya mencoba saja, uji coba saja,” kata Ipuk dalam percakapan singkat. Pernyataan itu menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap percobaan dan bersifat sukarela.

Bupati menilai bersepeda nyaman terutama di kawasan perkotaan Banyuwangi yang jarak antar kantor relatif dekat, sehingga tidak memerlukan waktu tempuh yang lama. Ia menambahkan bahwa penggunaan sepeda mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor serta menurunkan emisi karbon.

Ia menekankan bahwa efisiensi energi tidak hanya soal penghematan listrik, tetapi juga meliputi transportasi yang ramah lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, emisi CO₂ dapat ditekan secara signifikan.

Program “Bike to Work” diharapkan dapat diadopsi oleh instansi lain di tingkat provinsi maupun nasional, memberikan contoh praktis bagi pemerintah lain. Contoh ini dapat memicu kebijakan serupa di berbagai daerah.

Ipuk juga mencatat bahwa rute bersepeda memperlihatkan kondisi infrastruktur jalan yang masih membutuhkan perbaikan, terutama pada trotoar dan jalur khusus sepeda. Ia berjanji akan mengusulkan peningkatan fasilitas tersebut kepada DPRD.

Warga yang menyaksikan menyambut inisiatif tersebut dengan antusias, beberapa menyatakan niat untuk mencoba bersepeda ke tempat kerja. Dukungan publik dianggap penting untuk keberlanjutan program jangka panjang.

Selain manfaat lingkungan, bersepeda juga membantu mengurangi kemacetan pada jam sibuk, memperlancar arus lalu lintas di pusat kota. Penurunan volume kendaraan bermotor dapat meningkatkan efisiensi waktu perjalanan warga.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana mengadakan sosialisasi tentang keselamatan bersepeda dan perawatan sepeda, melibatkan lembaga pendidikan serta organisasi non‑pemerintah. Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan pengendara.

Sebagai bagian dari kebijakan energi, pemerintah juga sedang mempercepat transisi ke sumber energi terbarukan, termasuk instalasi panel surya di bangunan publik. Inisiatif transportasi hijau menjadi pelengkap strategi energi bersih.

Analisis ahli transportasi menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan sepeda dapat menurunkan konsumsi energi hingga 5 % di wilayah perkotaan. Data ini mendukung keputusan Bupati untuk mempraktekkan kebijakan berkelanjutan.

Dengan memulai tradisi ini, Ipuk berharap budaya bersepeda ke kantor menjadi norma, bukan sekadar aksi simbolik, sehingga dapat diterapkan secara konsisten oleh ASN. Ia menutup dengan harapan masyarakat dapat meniru kebiasaan tersebut secara luas.

Secara keseluruhan, langkah Bupati Ipuk menandai upaya konkret dalam rangka menghemat energi sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat. Keberhasilan program akan bergantung pada partisipasi luas dan dukungan kebijakan lanjutan.

Tinggalkan Balasan