Mahasiswi Banyuwangi Tabrak Motor di Wongsorejo, Kondisi Tidak Sadar

Koko Ramadhan
Mahasiswi Banyuwangi Tabrak Motor di Wongsorejo, Kondisi Tidak Sadar

Suara Pecari – 17 April 2026 | Seorang mahasiswi asal Banyuwangi mengalami penurunan kesadaran setelah terlibat tabrakan dua sepeda motor di Jalan Raya BanyuwangiJember, Wongsorejo, pada Kamis pagi.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.45 WIB tepat di depan Kantor Pos Wongsorejo, mengakibatkan dugaan gegar otak pada korban.

Motor Honda Vario berplat nomor P‑6907‑SK dikendarai oleh FDS, 58 tahun, warga Wongsorejo, menjadi kendaraan lain yang terlibat dalam tabrakan tersebut.

Saat itu pengendara Vario bergerak dari utara ke selatan dan berbelok kanan ke marka tengah setelah menyalakan lampu sein.

Secara bersamaan, motor Beat melaju dari arah yang sama dengan kecepatan sedang, sehingga jarak antar kendaraan menjadi terlalu dekat.

Pepri menjelaskan, pengendara Beat tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang samping Vario, menyebabkan benturan keras.

Akibat benturan, JHI mengalami luka pada kepala, wajah, tangan, dan kaki serta menunjukkan tanda penurunan kesadaran yang dicurigai gegar otak.

Sementara FDS mengalami benturan pada bagian belakang kepala dan lecet pada beberapa bagian tubuh, namun tidak kehilangan kesadaran.

Tim medis segera mengevakuasi JHI ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut.

FDS menerima perawatan pertama di lokasi sebelum dipindahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk observasi.

Polresta menyatakan tidak ada korban meninggal dunia berdasarkan data sementara, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar dua juta rupiah.

Kerugian tersebut mencakup kerusakan pada kedua sepeda motor serta biaya penanganan darurat di tempat kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab utama, termasuk kecepatan dan jarak aman antar kendaraan.

Pepri menekankan pentingnya menjaga jarak aman terutama pada ruas jalan utama yang ramai pada jam sibuk pagi hari.

Ia menambahkan, penggunaan lampu sein harus diikuti dengan tindakan menyesuaikan kecepatan untuk menghindari tabrakan serupa.

Kejadian ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas di wilayah Banyuwangi yang terus dipantau oleh Satlantas.

Data statistik terbaru menunjukkan peningkatan kecelakaan motor di jalur utama Banyuwangi‑Jember selama beberapa bulan terakhir.

Pihak berwenang mengingatkan pengendara motor untuk selalu memakai helm standar SNI serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Kondisi kesehatan JHI saat ini stabil, namun dokter masih memantau kemungkinan komplikasi neurologis pasca gegar otak.

Keluarga korban dilaporkan berada di lokasi dan telah mendapatkan dukungan moral serta informasi perkembangan medis.

Masyarakat setempat menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan mengharapkan peningkatan penegakan aturan lalu lintas.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berjanji akan meningkatkan sosialisasi keselamatan berkendara di sekolah dan perguruan tinggi.

Selain itu, rencana pemasangan rambu peringatan kecepatan di titik rawan kecelakaan sedang dipertimbangkan.

Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi mahasiswa yang sering menggunakan motor sebagai sarana transportasi utama.

Pengelolaan waktu perjalanan yang lebih bijak dan kesadaran akan kondisi jalan dapat mengurangi risiko serupa.

Pihak kepolisian mengingatkan, pelanggaran lalu lintas yang melanggar jarak aman dapat dikenakan sanksi administratif.

Masyarakat diimbau melaporkan setiap perilaku mengemudi berbahaya kepada Satlantas untuk penindakan cepat.

Dengan upaya bersama antara aparat, institusi pendidikan, dan pengguna jalan, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan.

Secara keseluruhan, korban JHI kini berada dalam perawatan medis, sementara penyelidikan terus berjalan untuk memastikan keadilan dan pencegahan di masa depan.

Tinggalkan Balasan