Warga Pesanggaran Gagalkan Penipuan Tokek Emas Senilai Rp2 Miliar pada Warga Thailand

Avatar
Warga Pesanggaran Gagalkan Penipuan Tokek Emas Senilai Rp2 Miliar pada Warga Thailand

Suara Pecari – 16 April 2026 | Rendra Bayu Alwana, warga berusia 47 tahun di Pesanggaran, Banyuwangi, berhasil menghentikan upaya penipuan jual‑beli tokek emas yang melibatkan tiga turis Thailand.

Ketiganya mengemudi minibus kuning berkeliling rumah Rendra selama setengah jam, menimbulkan kecurigaan karena kendaraan tidak menunjukkan tujuan wisata yang jelas.

Setelah menanyakan tujuan mereka, Rendra mengetahui bahwa sopir berbahasa Thailand dan mengaku ingin menuju Dusun Sukamade, sebuah lokasi yang aksesnya sulit dan memerlukan tiga jam perjalanan off‑road.

Rendra menggunakan Google Translate untuk berkomunikasi, karena bahasa Inggris dan Melayu tidak dikuasai oleh pengemudi, dan menemukan bahwa mereka bukan turis melainkan calon pembeli tokek.

Pengemudi menyebutkan nama penjual, Ali, namun tidak dapat memberikan identitas atau lokasi yang meyakinkan, menambah indikasi penipuan.

Setelah menghabiskan sekitar satu jam menjelaskan risiko transaksi, Rendra meyakinkan tiga warga Thailand bahwa mereka hampir menjadi korban penipuan nilai dua ekor tokek emas masing‑masing Rp1 miliar.

Para wisatawan mengaku belum mentransfer uang, namun khawatir telah memberikan uang muka sebelum mengetahui bahwa tokek emas tidak ada di wilayah tersebut.

Rendra melaporkan kejadian itu ke Polsek Pesanggaran, dan semua nomor yang terhubung dengan dugaan pelaku langsung diblokir.

Kasus ini menambah catatan bahwa jaringan penipuan tokek emas telah beroperasi di wilayah Sukamade, termasuk insiden serupa yang dicegah oleh warga Yogyakarta sebelumnya.

Modus penipuan tersebut biasanya melibatkan penawaran tokek berwarna emas dengan harga fantastis, padahal satwa tersebut tidak ada atau hanya merupakan rekayasa.

Pihak kepolisian setempat kini menyelidiki kemungkinan jaringan yang lebih luas, mengingat pelaku dapat berkomunikasi dalam bahasa Thailand.

Petugas menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap kendaraan mencurigakan yang berkeliling tanpa tujuan jelas, terutama di daerah terpencil.

Rendra menambahkan bahwa penggunaan teknologi penerjemah membantu mengungkap niat sebenarnya, dan ia berharap warga lain dapat meniru langkah serupa.

Komunitas setempat menyambut keberhasilan intervensi ini sebagai contoh peran aktif warga dalam menjaga keamanan wilayah.

Pengamat ekonomi menilai potensi kerugian mencapai Rp2 miliar dapat menimbulkan dampak sosial bila tidak terdeteksi.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi tentang penipuan lintas negara, mengingat pelaku sering memanfaatkan turis asing yang kurang familiar dengan kondisi lokal.

Pihak berwenang berjanji akan meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada pendatang serta warga setempat.

Dengan demikian, upaya pencegahan penipuan di daerah pesisir seperti Sukamade diharapkan menjadi lebih efektif melalui kolaborasi antara warga dan aparat.

Keberhasilan Rendra menjadi contoh konkret bahwa kewaspadaan individu dapat melindungi kepentingan ekonomi dan reputasi daerah.

Kasus ini kini menjadi bahan evaluasi bagi otoritas regional dalam memperkuat jaringan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah wisata terpencil.

Tinggalkan Balasan