Dua Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk di Blind Spot Jalan Nasional Banyuwangi‑Situbondo

Mohammad Islam
Dua Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk di Blind Spot Jalan Nasional Banyuwangi‑Situbondo

Suara Pecari – 19 April 2026 | Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak truk di Jalan Nasional Banyuwangi‑Situbondo pada sore hari Jumat, 17 April 2024. Kecelakaan terjadi di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Truk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi W‑8901‑UW sedang mengangkut batu bara dan melaju dari arah Situbondo menuju Banyuwangi, sementara motor Honda Beat berplat nomor P‑5249‑RM melaju di belakangnya. Pengemudi truk, seorang pria berusia 45 tahun bernama HA asal Nganjuk, melaporkan kendaraan berjalan pada kecepatan stabil.

Pengendara motor terdiri dari AMP, 21 tahun, warga Kalipuro, yang menumpangi motor bersama penumpangnya, IN, 76 tahun, warga Wongsorejo. Kedua korban berusaha menyalip truk dari sisi kiri pada pukul 15.10 WIB.

Ir. Ipda Tri Pepri Alfian, kepala unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, menjelaskan bahwa upaya menyalip menempatkan motor dalam area blind spot kendaraan berat. Blind spot di bagian depan kiri truk tidak terlihat oleh sopir, sehingga motor tidak terdeteksi.

Tabrakan membuat motor terlempar dan kemudian terjepit di bawah ban belakang kiri truk, mengakibatkan cedera fatal pada kepala, dada, dan ekstremitas korban. Kedua korban langsung dinyatakan meninggal di lokasi oleh tim medis yang tiba.

Polisi setempat menutup penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV, saksi mata, serta kondisi kendaraan dan muatan. Hingga kini, tidak ditemukan indikasi pelanggaran kecepatan atau keausan rem pada truk.

Kasus ini menyoroti bahaya blind spot pada kendaraan berat, khususnya di jalan raya yang memiliki volume lalu lintas tinggi. Pihak berwenang secara rutin mengingatkan pengendara motor untuk menghindari menyalip di sisi kiri truk.

Bupati Banyuwangi, melalui juru bicara, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas keselamatan jalan, termasuk pemasangan rambu peringatan blind spot dan penyuluhan keselamatan berkendara. Penegakan hukum akan diperketat bila ditemukan kelalaian.

Kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menambah catatan kecelakaan fatal di wilayah tersebut. Penyidikan terus berlanjut untuk memastikan semua faktor penyebab dapat diidentifikasi secara menyeluruh.

Masyarakat setempat mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat berada di jalan raya, terutama ketika menyalip kendaraan berat yang memiliki titik buta. Diharapkan pelajaran ini dapat mendorong perilaku berkendara yang lebih aman.

Tinggalkan Balasan