Rover NASA Identifikasi Formasi Mirip Sisik Naga di Mars

Dicky Mahardika
Rover NASA Identifikasi Formasi Mirip Sisik Naga di Mars

Suara Pecari – 25 April 2026 | Rover Perseverance milik NASA mengirimkan foto-foto terbaru yang memperlihatkan formasi batuan tidak biasa pada dasar Kawah Jezero, menyerupai pola sisik naga yang teratur, menandai penemuan geologis baru di permukaan Mars.

Formasi tersebut terdiri dari pelat‑pelat poligonal berukuran beberapa sentimeter yang saling tumpang‑tindih, membentuk susunan berulang yang mengindikasikan proses retakan serta deposisi mineral yang berkelanjutan.

Tim ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) menelaah citra resolusi tinggi dan menyimpulkan bahwa tekstur ini kemungkinan besar merupakan hasil lapisan sedimen yang mengalami proses diagenesis di bawah tekanan dan suhu tertentu.

“Pola ini memang mencolok, namun tidak ada implikasi biologis di dalamnya,” ujar Dr. Elena Ramirez, geolog senior JPL, menambahkan bahwa struktur serupa pernah tercatat di Bumi pada deposit abu vulkanik.

Instrumen Mastcam‑Z dan SuperCam pada rover merekam data spektral yang menunjukkan keberadaan mineral kaya silika, selaras dengan indikasi alterasi hidrotermal pada batuan tersebut.

Keberadaan silika menguatkan hipotesis bahwa air cair pernah mengalir melalui lapisan bawah permukaan, menciptakan kondisi yang memungkinkan presipitasi mineral secara lokal.

Penemuan ini melengkapi temuan sebelumnya berupa lapisan lumpur dan endapan karbonat yang juga diidentifikasi oleh Perseverance, memperkuat bukti lingkungan yang pernah dapat mendukung kehidupan.

Peneliti menegaskan bahwa istilah “sisik naga” hanyalah analogi visual; tidak ada bukti proses eksotik atau biologis yang terlibat dalam pembentukan pola tersebut.

Formasi ini ditemukan dekat dengan titik pengambilan sampel terbaru rover, di mana operasi pengeboran dijadwalkan untuk musim Mars berikutnya.

NASA berencana mengumpulkan inti batuan dari lokasi itu dan mengirimkannya kembali ke Bumi melalui misi Mars Sample Return untuk analisis laboratorium mendetail.

Jika hasil analisis laboratorium mengonfirmasi komposisi mineral yang diperkirakan, data tersebut dapat membuka wawasan tentang sejarah geotermal planet merah ini.

Penemuan tekstur unik ini juga akan memengaruhi perencanaan misi mendatang, karena pola serupa dapat memengaruhi navigasi rover serta strategi pengeboran di medan yang beragam.

Rekan‑rekannya di lembaga luar negeri menyatakan ketertarikan pada data ini, menilai bahwa observasi menambah dimensi baru dalam studi planetologi komparatif antara Mars dan Bumi.

Saat ini rover terus melanjutkan penelusurannya, mendokumentasikan fitur geologi tambahan sambil mengirimkan data secara real‑time ke pusat kontrol di Bumi.

Keberhasilan pengamatan ini menegaskan nilai eksplorasi robotik dalam mengungkap detail tak terduga di permukaan Mars, sekaligus memperkuat komitmen komunitas ilmiah untuk menelusuri jejak masa lalu planet tersebut.

Tinggalkan Balasan