Disney Hadapi Tantangan Besar: Film Star Wars Baru Diprediksi Gagal, Sementara Disney On Ice Serbu Jakarta
Suara Pecari – 25 April 2026 | Disney mengumumkan bahwa film Star Wars pertamanya dalam tujuh tahun diproyeksikan akan menjadi kekecewaan komersial setelah data pembukaan menunjukkan selisih signifikan dibandingkan film sejenis.
Angka perkiraan pendapatan akhir akhir pekan menandakan selisih puluhan juta dolar dari ekspektasi sebelumnya, menempatkan film tersebut di bawah standar box office Disney.
Para analis mengaitkan hasil ini dengan kelelahan pasar franchise, sekaligus menyoroti kritik yang terus mengiringi trilogi terbaru Lucasfilm.
Film tersebut juga mendapat sorotan negatif karena dianggap tidak menawarkan inovasi cerita, memperparah skeptisisme penonton yang sudah terbentuk sejak perilisan The Rise of Skywalker.
Sementara itu, Disney On Ice menggelar pertunjukan “Magic in the Stars” di Istora Senayan, Jakarta, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026.
Acara tersebut menampilkan lebih dari 55 karakter ikonik, termasuk debut Asha dan Star dari film Wish serta Raya dari Raya and the Last Dragon.
Promotor One Step Forward menegaskan bahwa pertunjukan ini menggabungkan seluncur es, akrobatik udara, dan pencahayaan modern untuk memberikan pengalaman hiburan keluarga kelas dunia.
Penonton dapat menikmati aksi 90 menit yang dipandu oleh Jiminy Cricket, yang mengantar mereka menelusuri dunia Encanto, Moana, Frozen 2, serta karakter klasik Disney.
Harga tiket bervariasi mulai Rp300 ribu hingga Rp2 juta, dengan pilihan kategori tempat duduk dan sesi reguler atau premium.
Penjualan tiket dibuka melalui Traveloka, dan penyelenggara mengingatkan pembeli untuk menggunakan kanal resmi guna menghindari penipuan.
Jadwal pertunjukan disesuaikan antara hari kerja dan akhir pekan, dengan tiga sesi pada akhir pekan dan dua sesi pada hari kerja.
Para orang tua dipersilakan membawa anak di bawah dua tahun tanpa tiket, sementara anak berusia dua tahun ke atas wajib memiliki tiket terpisah.
Para kritikus film menilai bahwa kegagalan box office Star Wars baru mencerminkan tantangan Disney dalam mempertahankan relevansi franchise lama.
Mereka menambahkan bahwa fokus Disney pada produksi konten serial dan spin‑off di platform streaming belum sepenuhnya menggantikan daya tarik film layar lebar.
Di sisi lain, Disney On Ice memperoleh sambutan positif dari keluarga Indonesia yang menantikan pengalaman langsung dengan karakter favorit mereka.
Roderick Tjandra, CEO One Step Forward, menyatakan bahwa pertunjukan ini menggabungkan inovasi teknis dengan nostalgia, menjadikannya pilihan hiburan yang aman bagi semua kalangan.
Ia menekankan pentingnya menjaga standar kualitas produksi untuk mempertahankan citra Disney di pasar Asia Tenggara.
Pengamat industri mencatat bahwa diversifikasi strategi Disney antara film, streaming, dan pertunjukan live dapat menjadi kunci stabilitas keuangan perusahaan.
Namun, mereka memperingatkan bahwa kegagalan berulang pada film franchise besar dapat menurunkan kepercayaan investor.
Data awal juga menunjukkan bahwa penurunan minat penonton tidak hanya terjadi di pasar domestik AS, melainkan juga di wilayah Asia, termasuk Indonesia.
Keputusan Disney untuk meluncurkan Disney On Ice di Jakarta diharapkan dapat menutup celah pendapatan yang mungkin timbul dari penurunan penjualan tiket film.
Secara keseluruhan, tahun 2026 menjadi tahun ujian bagi Disney, dengan satu sisi menghadapi risiko finansial di industri film, sementara sisi lain memperkuat kehadiran lewat pertunjukan live yang menarik penonton lokal.
Pengamatan ini menegaskan bahwa perusahaan harus menyeimbangkan inovasi kreatif dengan ekspektasi pasar yang berubah cepat.
Dengan strategi yang tepat, Disney berpotensi memulihkan citra filmnya sambil tetap memanfaatkan kekuatan brand dalam event hiburan keluarga.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







