Konser Hey Slank X HS di Malang Dihiasi Doa Bersama Penonton 30 Ribu
Suara Pecari – 21 April 2026 | Konser “Hey Slank X HS” digelar di Lapangan Rampal, Malang, Minggu 19 April 2026, menarik sekitar 30.000 penonton.
Penonton datang sejak sore, memadati area sebelum pertunjukan dimulai pukul 22.00 WIB.
Acara diselenggarakan oleh perusahaan rokok HS sebagai bagian dari promosi musik dan hiburan.
Kehadiran Slank menandai kembalinya grup rock legendaris ke Malang setelah absen sejak 2017.
Kaka, vokalis Slank, menyapa penonton dengan bahasa walikan Malang, mengucapkan salam dan memperkenalkan lagu pembuka.
Bendera berukuran besar dengan motif kupu‑kupu Slank berkibar di antara kerumunan, menandakan identitas fanbase.
Penonton menampilkan spanduk berisi nama daerah asal, seperti Tulungagung, Indramayu, Tuban, dan lainnya.
Slank membuka konser dengan medley “I Miss U but I Hate U”, “Gara‑Gara Kamu”, serta lagu “Mars Slankers”.
Pada pukul 22.10, grup menampilkan single terbaru “12 Persen” yang diproduksi dengan teknologi AI dalam video klip.
Lagu “Seperti Para Koruptor” menjadi penanda pertama penampilan penuh formasi lengkap Slank.
Anggota band lain, Ridho, Abdee, Ivanka, dan Bimbim, tampil dengan energi yang sama seperti era 1990‑an.
Di tengah penampilan, Bimbim menghentikan alur musik untuk mengajak penonton berdoa bersama.
Doa tersebut ditujukan kepada Haji Suryo, pemilik HS, yang baru saja kehilangan istrinya dalam kecelakaan bulan Ramadan.
Bimbim juga mendoakan kesembuhan Haji Suryo yang sedang sakit, serta mengingat almarhum istrinya, Anis Syarifah.
Setelah doa, Bimbim membawakan lagu “Jangan Menangis”, yang memiliki makna pribadi terkait kehilangan ibunya.
Penonton menanggapi doa dengan hening, kemudian kembali bersorak ketika band melanjutkan rangkaian hits.
Lagu “Ku Tak Bisa”, “Terlalu Manis”, dan “Tonk Kosong” menambah atmosfer nostalgia di antara generasi Slankers.
Penutup konser ditandai dengan lagu “Kamu Harus Pulang”, yang selesai sekitar pukul 23.30 WIB.
Kaka mengucapkan terima kasih kepada penonton, HS, dan seluruh tim produksi, menekankan pentingnya kebersamaan.
Ia menambahkan harapan agar HS dapat kembali menggelar konser di Jawa Timur dengan kapasitas lebih besar.
Kejadian doa bersama menjadi sorotan media, menonjolkan sisi humanis dan religius dalam acara hiburan.
Pengorganisasian konser dinilai lancar oleh pihak keamanan, meski kerumunan mencapai angka tertinggi dalam sejarah acara di Malang.
Polisi setempat melaporkan tidak ada insiden keamanan signifikan selama acara berlangsung.
Penjualan tiket resmi tercatat terjual habis dalam waktu singkat, mencerminkan antusiasme Slankers setelah sembilan tahun absen.
Pendapatan dari konser sebagian dialokasikan untuk amal, termasuk bantuan korban bencana di Sumatera.
Analisis industri musik menyebut kembali munculnya konser skala besar sebagai tanda pulihnya pasar hiburan pasca pandemi.
Pakar budaya menilai kembali kehadiran Slank di Malang memperkuat identitas musik rock Jawa Timur.
Event ini juga memperlihatkan kolaborasi antara sektor korporasi dan dunia seni yang semakin umum di Indonesia.
Secara keseluruhan, konser “Hey Slank X HS” berhasil menggabungkan hiburan, nostalgia, dan momen keagamaan dalam satu malam.
Penonton meninggalkan Lapangan Rampal dengan semangat tinggi, menantikan konser Slank berikutnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







