Banyuwangi Terpilih Sebagai Best Practice ASEAN Smart Cities Network 2026
Suara Pecari |
Kementerian Dalam Negeri mengundang Banyuwangi untuk memaparkan progress Program Smart Kampung dalam rapat koordinasi Persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network Annual Meeting Philipines di Jakarta. Banyuwangi dipilih sebagai salah satu best practice penerapan Smart City pada ASCN annual meeting yang berlangsung Juli mendatang. Program Smart Kampung Banyuwangi telah menunjukkan kemajuan signifikan, tidak hanya bertransformasi menjadi kota digital tapi juga menjadi kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif dan berkelanjutan.
Ipuk, mengatakan bahwa ASEAN Smart Cities Network membuka peluang adanya perluasan jejaring kerja sama yang lebih konkret, baik dengan kota-kota anggota ASCN, sektor swasta, mitra pembangunan, maupun melalui skema sister city.
Suhono Harso Supangkat, Director Smart Cities and Communities Innovation Center ITB, mengatakan bahwa Indonesia harus naik kelas dari smart city berbasis teknologi semata menuju Living Intelligence atau jaringan cerdas yang hidup, adaptif, dan benar-benar menyelesaikan masalah warga sehari-hari.
Banyuwangi telah berhasil menerapkan Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik hingga mengubah sampah menjadi PAD melalui BLUD.
Asisten Administraasi Umum sekaligus Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso, menyampaikan bahwa Smart Kampung yang dikembangkan di Banyuwangi merupakan program pengembangan desa terintegrasi yang memadukan penggunaan TIK dengan kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, pelayanan publik, dan upaya pengentasan kemiskinan.
Implementasi Smart City Banyuwangi tidak hanya berhenti pada proses digitalisasi layanan publik tapi juga mendorong ekonomi digital dimana UMKM didorong untuk lebih adaptif dalam mengembangkan ekosistem digital baik dalam promosi produk, pemasaran online, pencatatan usaha maupun transaksi non tunai.
Banyuwangi juga terus mendorong lahirnya ide kreatif dan inovasi anak-anak muda daerah, komunitas digital dan para inovator lokal lewat program Jagoan Banyuwangi dan kegiatan Hacking Day.
Dengan begitu, solusi digital dan permasalahan sosial tidak selalu datang dari pemerintah tetapi juga tumbuh dari masyarakat.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















